Foto/ Pemdes Taba Santing Kepahiang saat Gelar Pelatihan Pencegahan Stunting
Kepahiang, Beritarafflesia.com – Pemerintah Desa Taba Santing, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang menggelar kegiatan pelatihan dan penyuluhan pencegahan stunting yang dipusatkan di kantor desa setempat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, anggota PKK, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tebat Karai, Penjabat (Pj) Kepala Desa Taba Santing Edi Ardiansyah, S.Sos., bidan desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Taba Santing menyampaikan bahwa pencegahan stunting merupakan program yang sangat penting dan mendesak untuk dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam pembangunan desa. Jika kualitas kesehatan masyarakat meningkat, maka program pembangunan di berbagai bidang dapat berjalan dengan lebih efektif.
“Stunting bukan hanya persoalan gangguan pertumbuhan pada anak, tetapi juga berdampak pada kecerdasan dan masa depan generasi penerus. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan harus dilakukan dengan baik,” ujar Pj Kades.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan saja, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Mulai dari penyediaan air bersih, pola makan dengan gizi seimbang, sanitasi lingkungan yang baik, hingga pemahaman orang tua dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Air bersih harus tersedia dan digunakan dengan baik. Makanan bergizi perlu diperhatikan dalam konsumsi harian keluarga, dan lingkungan yang bersih harus dijaga setiap saat. Semua itu merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah stunting,” tambahnya.
Sementara itu, bidan desa dalam paparannya menjelaskan berbagai indikator kesehatan yang harus diperhatikan sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk pemantauan pertumbuhan melalui penimbangan rutin di Posyandu.
Kegiatan pelatihan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab agar masyarakat dapat memahami materi secara menyeluruh. Diharapkan setelah kegiatan ini, para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkan informasi kepada warga lainnya.
Menutup sambutan, Pj Kepala Desa Taba Santing memberikan pesan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Ia berharap angka stunting di Desa Taba Santing dapat ditekan hingga mencapai 0 persen.
“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh warga, kita optimis mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa mendatang,” demikian tegasnya.”( Jhon)













