Pemkot Bengkulu Sukses dalam Hal Pencegahan Stunting

- Penulis

Rabu, 11 September 2024 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bengkulu Sukses dalam Hal Pencegahan Stunting

Bengkulu,Beritarafflesia.Com – Pemerintah Kota Bengkulu berhasil melakukan upaya-upaya terkait pencegahan stunting. Terbukti, hingga saat ini tidak ada penambahan angka stunting di Kota Bengkulu. Jumlah stunting di Kota Bengkulu tetap di angka 49 dan tidak ada penambahan.

Artinya upaya yang dilakukan Pemkot Bengkulu melalui OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB dan kecamatan hingga kelurahan tidak sia-sia.

Kadis Kesehatan Kota Bengkulu Joni Haryadi membenarkan bahwa tidak ada penambahan angka kasus stunting di Kota Bengkulu.

“Untuk angka stunting saat ini di Kota Bengkulu stagnan, tidak ada penambahan. Jadi angkanya tetap 49. Ini tentu hasil dari upaya kita bersama-sama dengan DP3AP2KB dalam melakukan pencegahan,” ujar Joni.

Apa saja upaya pencegahan untuk menekan angka stunting yang telah dilakukan selama ini? “Kita (dinkes) bekerjasama dengan DP3AP2KB dan dinas-dinas terkait lainnya banyak memberikan bantuan bila ditemukan anak yang sudah dinyatakan stunting untuk meningkatkan pertumbuhannya,” jelas Joni.

Baca Juga  Berkah Ramadhan, PDAM Hidayah Raih Penghargaan TOP CSR 2021

Kemudian terhadap anak yang sudah stunting, lanjut Joni pihaknya bekerjasama juga dengan BazNas Kota Bengkulu untuk memberikan bantuan susu formula. Selain itu, pihak puskesmas juga berperan aktif memantau perkembangannya serta memberikan obat-obatan dan vitamin.

“Kita juga sudah lakukan pencegahan melalui DP3AP2KB dari mulai anak-anak remaja. Jadi anak-anak putri usia sekolah itu kita cek ke sekolah-sekolahnya apabila ada anak yang kurang darah kita berikan tablet tambah darah. Karena stunting itu biasanya dimulai dari ibu yang kurang darah. Kemudian calon pengantin (catin) juga begitu. Lingkar lengannya tidak boleh kurang dari 24 dan harus sehat. Ibu yang sakit juga berpotensi anaknya stunting,” demikian Joni.(BR1)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru