Penganiayaan Terhadap Wartawan MOI di Sumbar Berbuntut Panjang

- Penulis

Selasa, 13 September 2022 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MOI di Pariaman Sumatra Barat IDM Korban Kekerasan 

Kota Pariaman,Beritarafflesia.com- Lagi-lagi tindak kekerasan terhadap dunia Pers kembali terjadi, seakan Sederet peristiwa yang berujung kekearasan akan membungkam kerja jurlanistik terjadi di Kota Pariaman padang Sumatra Barat.

Aksi premanisme ini dialami Ikhlas Darma Murya (IDM) selaku korban, seorang wartawan utama, Pimpinan Redaksi media online Reportase Investigasi dan Kabar Daerah yang sudah diverifikasi secara faktual oleh Dewan Pers.

Insiden penganiayaan tersebut diketahui terjadi pada Jumat (9/9/2022) pagi, sekitar pukul 10.00 Wib, berlokasi di sebuah warung kopi Simpang Tabuik, Kelurahan Pondok Duo, Kota Pariaman.

Dari keterangan saksi mata bahwa pada Senin (12/09) terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap inisial IDM pada Jumat kemaren. Menurutnya peristiwa penganiayaan itu terjadi buntut dari pemberitaan dua edisi yang diterbitkan di media Online beberapa hari lalu.

“Kabar yang kami terima dari korban, kasus ini dipicu oleh pemberitaan proyek yang katanya abal-abal. Nah pelaku ini sempat mengancam wartawan (korban) yang sedang menjalani tugasnya sebagai kontrol sosial, saat itu mengawasi pekerjaan proyek yang didanai uang negara di lokasi proyek. Kalau tidak salah kejadian pengancaman hari Kamis. Barulah Jumat terjadi penganiayaan terhadap korban,” Ungkap sumber media yang jadi saksi mata saat terjadi Penganiayaan.

Penganiayaan terhadap Wartawan ini sudah  Polres Pariaman Suamatra Barat.

Sementara itu dari pihak korban mengaku bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Reskrim Polres Pariaman. “Pidananya sudah kita laporkan ke polisi setelah terjadi penganiayaan.

“Kita sudah divisum, dan di-BAP. Alhamdulillah, saya apresiasi pihak kepolisian yang memberi respon cepat terhadap peristiwa yang menimpa saya. Terkait Perkembangan Kasus kekerasan ini pihak penyidik Polres Pariaman sudah melakukan proses pemanggilan terhadap saksi.,” Ujar IDM yang juga Sebagai Ketua MOI di Pariaman melalui sambungan telpon saat di konfirmasi media ini.

Iipun menceritakan kronologis kejadian bermula ketika dirinya bersama ketua LSM Gempur memantau kelokasi pembangunan proyek peningkatan jalan di tiga ruas yang bersumber dari Anggaran (DAK),  pada Kamis (8/8) lalu yang didampingi pelaksana proyek Heru dan Putra dari PT PMI.

“Jadi saya bersama ketua LSM Gempur, sdr. Ali Nurdin sepakat turun lagi ke lapangan Kamis itu. Kali ini didampingi langsung sama pihak kontraktor karena sudah janjian. Tujuannya memberikan ruang kepada pihak kontraktor atau pelaksana tentang tanggapannya, ihwal pelaksanaan proyek yang sudah diberitakan sebelumnya. Berita yang pertama kita sudah konfirmasi ke Dinas PUPR, sekarang tentu kita minta pandangan kontraktor pelaksana lagi,” beber IDM yang dipercaya juga menjadi ketua LSM Caredek menjelaskan.

Namun nahas, dua orang preman kampung tiba-tiba datang, sebut IDM mengindikasikan suruhan pihak pelaksana. “Saya sudah merasa ada sesuatu, karena preman kampung ini datang bersamaan dengan keberadaan pihak pelaksana. Melihat keadaan tidak kondusif lagi, kami izin pamit. Nah, si preman kampung ini langsung mengeluarkan jurus premannya. Menghalangi kami untuk pergi dari lokasi. Mengancam dan mengintimidasi kami. Jika berita tentang proyek itu terbit lagi kami akan dicarinya, begitu ancamannya seperti yang sudah saya beritakan,” terang IDM kembali.

Baca Juga  Pengungkapan Judi Online Berlanjut, Dorongan Pengawasan Pembayaran Digital Menguat

Alhasil, masih dari keterangan IDM, ancamannya pun dibuktikan keesokan harinya. Pada Jumat pagi, salah seorang pelaku pengancaman berinisial D melihat tajam ke arah IDM yang tengah duduk di warung kopi bersama sejumlah tokoh masyarakat, dari arah belakang IDM di atas motor yang dikendarainya.

“Kebetulan saya lihat kebelakang karena sesuatu. Lalu saya ingat pelaku itu salah satu oknum yang ikut melakukan pengancaman ke kami. Maka saya datangi ke motornya, saya tanya kapasitas dia di lapangan itu sebagai apa, kok berani mengancam ngancam wartawan dan LSM. Jawabannya malah binal, bahasa preman yang dibawa, bahasa kebun bin*t*ng. Terus ngajak duel. Itulah singkat ceritanya,” paparnya menjabarkan kronologi singkat.

*Wartawan dan LSM di Pariaman Galang Kekuatan*

Menengarai maraknya aksi kekerasan yang terjadi oleh oknum penguasa dan pengusaha terhadap insan pers, membuat sejumlah wartawan yang tergabung di berbagai organisasi pers, serta LSM menggalang aksi solidaritas, agar mengusut tuntas setuntas-tuntasnya kasus penganiyaan yang terjadi pada IDM.

Diketahui sejumlah wartawan dan LSM berbaur menggalang kekuatan dengan harapan ke depan, agar tidak ada lagi tindak pidana penganiayaan terhadap wartawan yang sudah menciderai demokrasi itu.

Dalam aksi solidaritas itu, puluhan wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi pers dan LSM tersebut, sepakat agar kasus yang menimpa IDM ini dituntaskan secara hukum. Tujuannya, selain memberikan efek jera kepada pelaku penganiayaan, juga menjaga marwah pers yang melulu menjadi korban kekerasan akibat arogansi oknum penguasa dan pengusaha.

Ketua PWI Pariaman, Ikhlas Bakri yang turut hadir pada kesempatan tersebut, menerangkan bahwa aksi solidaritas ini terjadi spontanitas, menandakan soliditas wartawan di Pariaman masih terjaga. “Menandakan kami di wartawan juga memiliki jiwa korsa. Sebagai sikap penolakan kekerasan terhadap wartawan,” ungkapnya.

Dari pertemuan yang digelar pada Minggu sore (11/9) itu, terdapat beberapa poin kesepakatan, di antaranya mengutuk aksi penganiayaan wartawan yang dilakukan oleh pelaku D, serta menindaklanjuti laporan korban di Polres setempat, serta mengawasi pekerjaan proyek peningkatan jalan tiga ruas (DAK) paket 1 yang dikerjakan PT PMI.” (Tim)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Proses Penatapan Tersangka dan DPO Terkesan Janggal, Penasehat Hukum Apriansyah Akan Uji Melalui Prapradilan
Keberhasilan Polda Bengkulu Panen 4 Ton Jagung dan Tebar 3.000 Benih Ikan Patin Dukung Ketahanan Pangan
Apriansyah Laporkan Dugaan Kriminalisasi dan Penyalahgunaan Wewenang Penyidik PPA Polda Bengkulu Ke Mabes Polri
Gunakan Modus Sertifikat Bodong sebagai Jaminan, Rudi Bambang Hermanto Tipu Beli BBM Senilai Rp100 Juta
Kapolda Bengkulu dan Forkopimda Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Ribuan Warga, UMKM Ikut Bergeliat
Prabowo Tinjau Pameran Hari Bhayangkara ke-80, Produk Dalam Negeri Dominasi Inovasi Kepolisian
Melalui Honai Belajar, Ops Damai Cartenz Kenalkan Dunia dan Tata Surya kepada Anak-anak di Tembagapura, Timika, Papua Tengah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 07:53 WIB

Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 

Selasa, 1 September 2026 - 07:24 WIB

Proses Penatapan Tersangka dan DPO Terkesan Janggal, Penasehat Hukum Apriansyah Akan Uji Melalui Prapradilan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Keberhasilan Polda Bengkulu Panen 4 Ton Jagung dan Tebar 3.000 Benih Ikan Patin Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Apriansyah Laporkan Dugaan Kriminalisasi dan Penyalahgunaan Wewenang Penyidik PPA Polda Bengkulu Ke Mabes Polri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Gunakan Modus Sertifikat Bodong sebagai Jaminan, Rudi Bambang Hermanto Tipu Beli BBM Senilai Rp100 Juta

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Pelantikan Pejabat Pemprov, Sekda Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:57 WIB