Peserta Pelatihan KDKMP Bengkulu Tengah Kecewa, Sebut Mekanisme Panitia Tidak Konsisten

Bengkulu Tengah267 Dilihat

Bengkulu Tengah, Beritarafflesia.com.- Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Bengkulu Tengah angkatan pertama pada Senin (09/12/2025) menuai kekecewaan dari sejumlah peserta.

Mereka mengaku merasa dipermainkan oleh panitia penyelenggara karena adanya ketidakkonsistenan dalam mekanisme pelaksanaan kegiatan.

Pada hari pertama, panitia memberikan lembar formulir untuk diisi oleh peserta sebagai pendataan administrasi. Sejumlah peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pengurus KDKMP yang berhalangan hadir, seperti bendahara atau sekretaris. Mereka diizinkan mengikuti pelatihan sebagai pengganti.

Baca Juga  Bupati Bengkulu Tengah Lantik Tomi Marisi sebagai Sekda Definitif

Namun, peserta pengganti mempertanyakan arahan panitia yang meminta mereka mengisi data sesuai nama pengurus yang tidak hadir. Hal ini menimbulkan kebingungan karena nama yang dicantumkan bukanlah peserta yang mengikuti pelatihan.

Kekecewaan semakin memuncak pada hari kedua ketika pihak bank datang untuk membagikan buku tabungan berisi uang transport peserta.

Baca Juga  Warga Dusun I Desa Pondok Kubang Keluhkan Bau Menyengat dan Serbuan Lalat dari Kandang Ayam BUMDes

Berbeda dengan pelatihan yang dapat diwakilkan, pengambilan buku tabungan bank tidak dapat diwakilkan dan harus dilakukan oleh orang yang namanya terdaftar.

Salah satu peserta, Efri, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

Ya jujur kami sangat kecewa. Kenapa saat pengambilan transport melalui buku bank tidak bisa diwakilkan, sedangkan pelatihannya bisa diwakilkan. Kalau memang tidak bisa diwakilkan, seharusnya dari awal acara juga tidak bisa diwakilkan. Kami merasa ditipu bahkan dipermainkan. Kami bukan tidak ada kerjaan, kami rela meninggalkan pekerjaan untuk mengikuti program ini, tapi ending-nya seperti ini,” ungkapnya.

Para peserta berharap panitia dapat memberikan kejelasan dan perbaikan mekanisme agar kejadian serupa tidak terulang pada pelatihan berikutnya. (Rizon) Br

Share