Polda Bengkulu, Lepas 15 Ribu Benur di Perairan Pulai Baai

Pelepasan Benih Bening Lobster (BBL) atau benur hasil pengamanan tim Subdit Tipidter Direskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu di perairan Pulau Baai Bengkulu, pada Rabu (26/5/21) kemarin.

 

BENGKULU,Beritarafflesia.com – 15 ribu Benih Bening Lobster (BBL) atau benur hasil pengamanan tim Subdit Tipidter Direskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu beberapa waktu lalu dilepaskan di perairan Pulau Baai Bengkulu, Rabu (26/5/21) kemarin.

“Pelepasan dilakukan di perairan Bengkulu, di perairan Pulai Baai Bengkulu yang merupakan habitat asli dari benih bening lobster jenis pasir,” kata Inspektur Mutu Hasil Perikanan, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Provinsi Bengkulu (BKIPM) selaku pelaksana pelepasan BBL, Jonis Setiawan, Kamis (27/5/21).

Jonis Setiawan mengatakan penyeludupan benih lobster yang berhasil digagalkan tersebut harus segera dilepaskan ke habitatnya.

Hal itu berdasarkan Undang-Undang di mana BBL tidak boleh diperjualbelikan di Republik Indonesia.

Polda Bengkulu sebelumnya mengamankan 15 ribu ekor BBL, dikemas dalam 77 kantong plastik bening dan dimuat dalam 2 buah kardus berwarna coklat dengan perkiraan senilai Rp 2,2 miliar rupiah dari tersangka YH.

“Hal itu dilarang sebelum ukuran BBL mencapai ukuran yang diperbolehkan,” kata Jonis.

Jonis juga menyebutkan bahwa untuk lobster jenis pasir beratnya harus 150 gram ke atas baru bisa diperjualbelikan. Sedangkan untuk jenis lainnya harus 200 gram keatas.

“BBL ini tidak boleh dijualbelikan baik dalam negeri maupun luar negeri. Karena output dari jual beli ini nantinya adalah ekspor dan hal itu dilarang oleh undang-undang,” tutup Jonis. 

Tersangka YH telah diamankan Polda Bengkulu saat melintas di Jalan lintas Kaur-Krui Desa Pardasuka Kecamatan Maje Kabupaten Kaur dengan membawa 2 kardus BBL.

Atas perbuatannya, kenakan sanksi ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (Joe)