Reses Dempo Xler,  Deklarasikan Indonesia Bangkit 2030 dan Beri Motivasi Pada Kaum Melenial

Reses Dempo Xler,  Deklarasikan Indonesia Bangkit 2030 dan Beri Motivasi Pada Kaum Melenial

BENGKULU,Beritarafflesia.com-  Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP kembali menggelar reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bengkulu. Dalam reses itu, pemuda-pemudi dari kalangan milenial itu mendeklarasikan Indonesia Bangkit 2023. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler mengatakan, semua pemuda dan pemudi yang hadir telah sepakat ambil bagian dalam mencapai Indonesia jaya 2030.

“Saya berjanji kepada tuhan yang maha esa, untuk meningkatkan kemampuan diri saya. Menjadi generasi unggul, mewujudkan kebangkitan nusantara. Indonesia jaya dan bangkit 2030. Dunia internasional belajar ke tanah Indonesia dna kami menjadi pemimpin dunia,” ucap Dempo dalam deklarasi yang diikuti peserta reses di Qieran Hotel Syariah Bengkulu, kemarin (23/11/2022)

Ditegaskannya, pemuda dan pemuda Bengkulu harus mulai bersiap diri. Karena kedepan, dunia internasional akan belajar ke Indonesia. Tentunya Bengkulu akan menjadi tempat belajar budaya, moraliti dan energi terbarukan.
“Kita harus ambil dalam perjuangan itu. Siap menjadi generasi unggul untuk Indonesia,” tuturnya.

Menurut Dempo, dalam resesnya memang sengaja mengumpulkan semua duta pemuda yang ada di Provinsi Bengkulu. Mulai duta baca, duta budaya, duta wisata, duta HIV dan duta lainnya. Termasuk BEM, organisasi kepemudaan dan kelompok pemuda lainnya.
“Anak muda ini punya pemikiran sehat dan jernih untuk bangsa. Karena anak muda ini kedepan akan menikmati pembangunan,” tambah Dempo.

Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) ini menegaskan, dalam reses memang banyak yang dipertanyakan para pemuda dan pemudi itu. Seperti tentang adanya peraturan daerah (perda) yang belum disahkan. Termasuk tentang pecegahaan narkoba, peran pemerintah daerah dalam pengendalian harga kebutuhan masyarakat. Termasuk soal retribusi, pecegahaan korupsi hingga harmonisasi perda ke kabupaten/kota.

“Saya senang banyak disampaikan dari peserta. Tentu ini akan menjadi bahan saya dalam rapat di DPRD nanti,” ungkap Dempo.
Tidak hanya itu, menurut Dempo ada juga mahasiswa mempertanyakan setiap demo dijaga oleh polisi. Tentu itu sudah menjadi kewajiban polisi. Namun Dempo juga memberikan solusi, untuk memberikan ruang sehat kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Tentunya melalui diskusi bersama

DPRD Provinsi Bengkulu.
“Saya buka ruang, khususnya Komisi I, boleh berkunjung ke DPRD untuk berdiskusi bersama,” tutupnya. (Cwp)

Share

Tinggalkan Balasan