Sanggar Benuang Sakti Bertahan Tanpa Uluran Tangan, Penjaga Budaya Asli Suku Rejang Menanti Keberpihakan Pemerintah

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rejang Lebong, Beritarafflesia.com.-  Di tengah maraknya pelaksanaan kegiatan budaya yang kerap berhenti pada tataran seremonial, Sanggar Seni Benuang Sakti justru hadir sebagai penjaga budaya asli Suku Rejang yang hidup, tumbuh, dan diwariskan secara nyata dari generasi ke generasi.

Budaya yang diajarkan di sanggar ini bukan sekadar pelengkap acara atau hiburan di panggung formal, melainkan identitas asli masyarakat RejangLebong.

Setiap gerak tari yang dilatih kepada anak-anak memuat nilai sejarah, adat, dan filosofi leluhur Suku Rejang.

Ketua Sanggar Benuang Sakti, (Andreas Derangga Saputra,) menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan selama ini murni untuk menjaga jati diri budaya daerah.

Budaya ini bukan budaya seremonial belaka, bukan budaya pelengkap acara. Ini adalah budaya asli Suku Rejang. Kami mengajarkannya kepada anak-anak agar tidak terputus oleh zaman,” tegas Andreas.

Ia menjelaskan, hingga kini Sanggar Benuang Sakti telah membina ratusan anak-anak sebagai penari seni budaya Rejang tanpa memungut biaya apa pun.

Seluruh proses latihan dilakukan dengan keterbatasan fasilitas, namun tidak mengurangi semangat para pelatih dan peserta didik.

Baca Juga  Tim PKK Curup Berhasil Raih Juara I Lomba B2SA

Meski konsisten melestarikan budaya, Andreas menyampaikan bahwa sanggar yang dipimpinnya masih minim perhatian, khususnya dari pemerintah daerah. Kebutuhan mendasar seperti pakaian seragam tari adat Rejang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Kami tidak menuntut banyak. Kami hanya berharap adanya keberpihakan, berupa bantuan pakaian seragam tari adat. Anak-anak ini membawa nama budaya Rejang, seharusnya mereka tampil dengan identitas yang layak,” ujarnya.

Sebagai sanggar tertua di Tanah Rejang Lebong, Andreas berharap tidak ada perlakuan yang membedakan antara satu sanggar dengan sanggar lainnya.

Jangan sampai kami berprasangka seolah-olah Sanggar Benuang Sakti dianaktirikan. Kami tetap setia menjaga budaya, meski sering luput dari perhatian,” tambahnya.

Keberadaan Sanggar Benuang Sakti menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni dan kegiatan simbolik,

Budaya asli Suku Rejang hidup melalui ruang-ruang latihan, keringat para pelatih, dan semangat anak-anak yang belajar tanpa pamrih menunggu kehadiran pemerintah untuk berjalan seiring, bukan sekadar hadir di panggung acara. (Br) Wandra

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat
Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS
Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan, Pemkab Rejang Lebong Rangkul Tokoh Adat hingga Hadirkan Layanan Terpadu di Puskesmas
Pemdes Warung Pojok Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan 2026
Polsek Sindang Kelingi Laksanakan Pengawalan Pengendara Motor di Jalur Curup–Lubuklinggau
Tegas! Ketua Harian LSM GP2AM Amuasuriadi Kutuk Aksi Begal di Rejang Lebong: “Cederai Rasa Aman Masyarakat
Polres Rejang Lebong Amankan Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Darussalam Air Rambai
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:12 WIB

Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:43 WIB

Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:41 WIB

Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan, Pemkab Rejang Lebong Rangkul Tokoh Adat hingga Hadirkan Layanan Terpadu di Puskesmas

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:47 WIB

Pemdes Warung Pojok Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan 2026

Berita Terbaru