Kepala Sekolah, SD Negeri 153. Ruslan M.Pd
Rejang lebong,Beritarafflesia.com- Setelah hampir 2 tahun para siswa belajar secara online dari rumah masing-masing, Akhirnya pihak sekolah Dasar (SD) Negeri 153 yang berada di desa talang belitar kecamatan Sindang dataran kabupaten Rejang lebong mulai menerapkan sisitem belajar tatap muka,Hal ini di sampaikan Kepala Sekolah, Ruslan M.Pd kepada wartawan pada Sabtu (4/9/21)
Mengingat adanya program kegiatan vaksinasi covid 19 terhadap siswa dan seluruh tenaga pendidikan, akhirnya menjadi akselerasi rencana pemerintah untuk memberlakukan setiap sekolah wajib memberikan layanan sisitem belajar secara tatap muka terbatas.
“Maka terhitung dari tanggal 6 september 2021 sekolah dasar (SDN) negeri 153 kabupaten Rejang lebong resmi memberlakukan kegiatan belajar tatap muka di ruang kelas. Tapi walaupun belajar tatap muka kami tetap meperlakukan aturan protokol kesehatan (Prokes), seperti menyiapkan sarana protokol kesehatan, berupa air cuci tangan lengkap dengan sabunnya dan handsanitizer setiap ruang kelas. Kemudian saya juga selalu mengingatkan kepada seluruh wali kelas agar memantau siswa-siswi supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.” Jelas Ruslan
Tampak Patuhi protokol kesehatan, siswi SDN 153 mencuci tangan di depan ruang kelas
Selain itu dikatakan Ruslan, meskipun Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ini sudah ada keputusan dari menteri pendidikan dan kebudayaan. Namun kita tetap mejalankan aturan 2 poin seperti yang tercantum SKB empat menteri, yakni tetap melaksanakan kesiapan sekolah terhadap protokol kesehatan dan izin dari orang tua.
“Sesuai dengan SKB empat menteri terkait dengan pembelajaran tatap muka., Kami tetap memperlakukan belajar tatap muka ini dengan sistem ganjil genap. Karena dampak pandemi Covid 19 ini belum usai, Maka proses belajar mengajar belum bisa di lakukan secara normal seperti dulu kala,”Ujarnya
Papan merk Sekolah, SD Negeri 153
Ruslan menambahkan” Bagi siswa –siswi yang baru masuk seperti kelas satu, berhubung belajanya belum bisa maksimal, karena masih dampak dari pandemi. Maka demi untuk keselamatan anak-anak dan masyarakat,belajar tatap muka ini dihitung dari jumlah siswa-siswi kemudian di bagi satu hari libur,dan satu hari masuk ” Tutup Ruslan.(JOn)












