Kepala Desa Sari Bulan, Hermansyah Bersama Safriadi Camat setempat, Babinkamtibmas, Babinsa, BPD, TPK, Pendamping dan perangkat Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko saat di lokasi titik Nol pembangunan
Mukomuko,Beritaraflesia.com – Pemerintahan Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko, melakukan titik Nol pembangunan, dalam kegiatan ini di hadiri langsung oleh Camat setempat, Babinkaftibmas, Babinsa, BPD, TPK, Pendamping dan seluruh perangkat Desa Sari Bulan.
Pelaksanaan Titik nol Tahun Anggaran 2021 ini, sudah di sepakati dalam musyawarah bersama. Adapun item tahap pembangunan ini, pertama pekerjaan Rabat Beton di jalan usaha tani sepanjang Seratus Lima Puluh Meter (150) yang ada di perkebunan milik Masyarakat Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko.
Lokasi yang akan di lakukannya pembangunan oleh Pemerintah Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko.
Di sampaikan, Hermansyah selaku Kepala Desa Sari Bulan, dengan adanya Rabat Beton ini maka para petani kebun mudah dan cepat mengeluarkan (TBS) tandan buah segar biarpun di musim penghujan dengan begitu maka perekonomian masyarakat bisa stabil seperti biasanya, jelas Kades Hermansyah saat berada di Kantor Desa, pada Rabu (26/5/2021).
Hal yang serupa di sampaikan, Safriadi S,H, selaku Camat setempat, bahwa pekerjaan pembangunan ini di lakukan menggunakan Dana Desa ( DD), jadi setiap bangunan harus bisa di rasakan manpa’atnya dan ini bukan Proyek melainkan sewa kelola jangan mikir banyak untung yang penting jaga kwalitas pekerjaan bangunan supaya bisa di nikmati semua masyarakat
“Tiap pembangunan harus ada pemanpaatannya langsung bagi warga, karena ini menggunakan dana desa, dan juga pekerjaan Dana Desa (DD), ini bukan Proyek melainkan sewa kelola jangan mikir banyak untung yang penting jaga kwalitas pekerjaan bangunan supaya bisa di nikmati semua masyarakat,” ungkap Camat Safriadi.
Ia juga menghimbau, kepada Pemdes, TPK dan BPD agar bekerja saling bahu membahu jangan sampai, nantinya ada permasalahan yang mencuat permasalahan dalam pembangunan di desa ini, karena semua sudah di beri tanggung jawab masing-masing serta gunakan peran tanggung jawab ibu sebaik mungkin sebagai mana mestinya.
“Masalah pekerjaan serahkan saja pada ahlinya, siapa yang mau boleh di lakukan oleh warga setempat dan apabilah umumkan kepada warga siapa yang mau ikut bekerja dalam melakukan pembangunan ini, guna meringankan beban warga yang ekonominya merosot akibat wabah covid. Jangan sampai mengambil orang lain dalam pekerjaan ini, takutnya bisa timbul kecemburuan social warga,” tutup camat, Safriadi (Byg) Adv













