Beritarafflesia.com – Dinas LHK (Lingkungan Hidup Dan Kehutanan) Provinsi Bengkulu melaksanakan pengambilan sampel air sungai (6-7 Juni), kegiatan tersebut merupakan pemantauan rutin yang dilaksanakan setidaknya dua kali dalam setahun.
Pengambilan sampel dilakukan dalam rangka memantau kualitas air sungai khususnya sungai Bengkulu. Dimana sungai Bengkulu menjadi salah satu yang paling banyak menerima beban pencemaran dari berbagai sektor kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan domestik masyarakat maupun yang berasal dari aktivitas industri.

Beberapa sektor industri terpantau memanfaatkan sungai Bengkulu dalam aktivitas kesehariannya, diantaranya industri pengolahan karet, industri pengolahan kelapa sawit, pertambangan batubara dan juga terdapat aktivitas masyarakat pengumpul batubara di badan sungai Bengkulu.
Dari sektor domestik, masih ditemukan masyarakat yang tidak memiliki jamban di sepanjang aliran sungai Bengkulu, dan juga pembuangan sampah rumah tangga di badan sungai atau di bantaran sungai memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kualitas air Bengkulu.

Diketahui, pengambilan sampel air sungai bengkulu dilakukan di Titik tengah, desa pulau panggung kabupaten Benteng, dan Titik Hilir jembatan Rawa makmur kota Bengkulu.
Sampel air sungai yang sudah diambil selanjutnya akan dianalisa di laboratorium, dalam hal ini analisa sampel dilakukan oleh laboratorium DLHK Provinsi Bengkulu.

Hasil analisa nantinya akan diolah dan disebarluaskan ke publik sebagai data status air sungai bengkulu yang dipantau. Dan dari data tersebut, diharapkan setiap pihak yang berkepentingan dapat mengambil peran dalam upaya menjaga dan memulihkan kualitas air sungai, khususnya sungai bengkulu, sehingga pada akhirnya cita-cita kualitas lingkungan hidup yang baik dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua.(Adv)












