Beritarafflesia.com – Usai pelantikan TP PKK Bengkulu Tengah, Istri Gubernur Bengkulu, Derta Wahyulin bergegas menghampiri rumah mbah Yuli warga dusun 1 Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (16/06/22).
Mbah Yuli yang sudah berusia senja tidak memiliki anak, hidup bersama suami dan adiknya di rumah yang kondisinya hampir roboh. Mbah Yuli sehari-hari berjualan keliling menjual keripik, sedangkan suaminya Mahyudin terduduk lemah karena mengalami sakit stroke sejak 8 tahun lalu.

“Inilah rumah kami, yang selama ini menjadi tempat berteduh. Suami saya juga sudah lama tidak dapat bekerja, karena 8 tahun lalu mengalami kecelakaan kerja saat menjadi tukang,” terang Mbah Yuli yang sejak 1983 mengikuti program transmigrasi ke Bengkulu
Mbah Yuli mengatakan bahwa selama ini sudah mendapatkan bantuan seperti dari program keluarga harapan (PKH), namun untuk program bedah rumah belum didapatkan walaupun sudah ada petugas yang datang untuk mendata.
“Selama ini ada bantuan, namun untuk bedah rumah sepertinya belum dapat. Dulu memang ada petugas yang datang, mengukur dan mengambil data tapi tidak ada kabar lagi hingga kini,” ungkap Mbah Yuli.
Mbah Yuli sangat bersyukur atas kedatangan ibu Gubernur yang tentu tidak disangka bisa hadir di kediaman Mbah Yuli.
“Alhamdulillah, terimakasih ibu Derta dapat hadir dan melihat kondisi kami. Terimakasih juga sudah memberikan bantuan, semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan,” ucap Mbah Yuli haru.

Sementara itu, Derta Wahyulin mengatakan kehadirannya untuk menyampaikan bantuan berupa santunan dari Baznas, alat-alat kesehatan seperti tongkat, dan alat bantu dengar, kemudian paket sembako.
“Hari ini hadir disini, untuk melihat kondisi mbah Yuli dan suami. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat, dan kita juga membawa bantuan berupa santunan dan sembako, semoga dapat bermanfaat,” jelas Derta yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK provinsi Bengkulu.
Derta mengatakan bahwa tempat tinggal mbah Yuli juga akan didata untuk diperbaiki, namun kali ini dari Baznas yang akan melakukannya sebab disana ada program untuk bedah rumah.
“Untuk rumah, nanti dari Baznas akan mendata. Insya Allah secepatnya, perwakilan Baznas kan juga hadir disini,” demikian Derta.












