Wali Kota Dedy WahyudiTutup Program Internalisasi Budaya bagi Penyandang Disabilitas, Dorong Kebudayaan yang Inklusif

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Wali Kota Bengkulu Dedh Wahyudi saat Tutup Program Internalisasi Budaya bagi Penyandang Disabilitas.

BENGKULU,Beritaraffesia.com– Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menutup kegiatan Internalisasi Objek Pemajuan Kebudayaan bagi Kelompok Tertentu (Penyandang Disabilitas) yang diselenggarakan di Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC), Jalan Raden Fatah, Simpang Empat Pagar Dewa, Kota Bengkulu, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bengkulu tersebut mengusung tema “Rangkul Bersama Satu Hati dalam Budaya”. Program ini menjadi penutup rangkaian lokakarya kebudayaan inklusif yang sebelumnya juga dilaksanakan di Yayasan Amal Mulia Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi mengapresiasi komitmen Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu yang telah menghadirkan ruang belajar budaya bagi puluhan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan seseorang.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa kebudayaan adalah milik bersama. Setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk mengenal, mempelajari, serta melestarikan warisan budaya daerah,” ujar Dedy.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan harus berlandaskan prinsip kesetaraan dan inklusivitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendukung berbagai program yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Gelar Rakor Agenda Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah TA 2023

Dedy juga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan melalui sinergi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat ekosistem kebudayaan yang ramah bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Iskandar Mulia Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan internalisasi objek pemajuan kebudayaan bertujuan memberikan kesempatan yang setara kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenal identitas budaya daerah sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, peserta yang didominasi penyandang disabilitas netra memperoleh pendampingan dalam mengenal proses pembuatan miniatur Tabut, salah satu warisan budaya khas Bengkulu yang memiliki nilai sejarah dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, proses pembelajaran berlangsung secara interaktif sehingga mereka dapat memahami nilai-nilai budaya secara lebih mendalam. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mewujudkan pelestarian budaya yang inklusif.

Dengan melibatkan penyandang disabilitas secara aktif, nilai-nilai budaya lokal diharapkan dapat terus diwariskan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa adanya diskriminasi maupun keterbatasan akses.(Phr)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru

Rejang Lebong

BPJN Bengkulu Mulai Pembangunan Jalan Air Duku – Tower

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:51 WIB