Kadinkes Bentah Soal Dugaan Pemotongan Insensif Tim PE

- Penulis

Jumat, 9 April 2021 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Provinsi Bengkulu, Beritarafflesia.com _ kepala dinas kesehatan provinsi Bengkulu Herwan Antoni membanta soal adanya dugaan pemotongan insensif tim penyelidikan efidiemmologi (PE) dinas kesehatan provinsi Bengkulu.

Herwan antoni saat diwawancarai di gedung UKPBJ provinsi menegaskan, tidak ada pemotongan insensif karena insensif itu ditransfer langsung ke rekening masing masing sesuai dengan yang bertugas dalam tim PE.

“tenaga SK itu kan banyak, yang ditransfer itu yang dapat insensif. Tetapi didalam pelaksanaannya tim ini kerjanya banyak, bertahun tahun tentu ketika dia selesai harus  berbagi antara tim, kan biasa saja.” Kata Herwan Antoni jum’at 9/4/2021.

“ada yang dapat sejuta, berbagi namanya, bukan dipotong mana bisa dipotong duitnya di rekening orang.” Tegas Herwan.

“tim pe ini banyak orangnya, misal dibulan ini bekerja 27-30 orang turun. Ada yang positif covid turun 10-15 orang, yang bisa dipertanggung jawabkan insensifnya itu tidak banyak. Karena ada formula dan rumus berdasarkan kasus. Sehingga yang bisa dipertanggung jawabkan dalam sebulan itu sekitar 5 orang, bulan depannya 10 orang lagi” jelas Herwan Antoni.

Baca Juga  Kepala BPKAD Provinsi Akan Dihadirkan Hakim di Sidang Kasus Koni 15 Miliar

Bagaimana duit 5 orang, yang kerja banyak berbagilah, yang jelas mereka mendapatkan sesuai dengan porsi masing masing,” jelas Herwan Antoni

Berdasarkan pengumpulan data dan dan keterangan dilapangan, memang benar insensif tersebut dikirimkan ke rekening pribadi namun tim PE di perintah untuk mengumpulkan kembali uang tersebut oleh kabid P2P kepada bendahara.

Diduga pembagian instensif yang dilakukan dinas kesehatan provinsi Bengkulu, banyak kecurangan , uang sudah dicairkan namun tidak diberikan.

Tak hanya itu, diduga ada salah seorang dokter yang masuk dalam tim PE dan sudah diberikan SK hanya mendapatkan Rp. 5 juta sedangkan yang bukan dokter justru menerima 12 juta.

Para tim PE menerima insensif Rp 20 juta hingga 30 juta, namun dari jumlah tersebut dipotong yang nilainya berfariasi mulai dari 30 %, 50%hingga 70%. ( Phr)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah
Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust
Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen
Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU
Empat Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Akhirnya Pulang, Sujud Syukur di Bandara Fatmawati
Pemprov Bengkulu Dorong Semangat Nasionalisme Lewat Seminar dan Peluncuran Buku Karya Helmi Hasan
Sekda Provinsi Bengkulu Terima Audiensi PTA Bengkulu, Bahas Persiapan HUT ke-30
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIB

Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust

Senin, 30 Maret 2026 - 14:58 WIB

Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen

Senin, 9 Maret 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:40 WIB

Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU

Berita Terbaru