Meriahkan HUT Curup Ke 144, Pemkab Rejang Lebong Gelar Lomba Menganyam Bokoa Iben

- Penulis

Sabtu, 11 Mei 2024 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meriahkan HUT Curup Ke 144, Pemkab Rejang Lebong Gelar Lomba Menganyam Bokoa Iben

Rejang Lebong,Beritarafflesia.Com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong menggelar Lomba menganyam Bokoa Iben (Menganyam bakul sirih dengan menggunakan bambu atau rotan).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Curup ke-144 yang dilaksanakan di Panggung Utama HUT Kota Curup, Lapangan Dwi Tunggal Curup siang itu, Jum’at, (10/5/2024).

Lomba tersebut dibuka oleh ketua panitia pelaksana, Primaya Lusiana, SE serta dihadiri oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Rejang Lebong, Dewan Juri, para peserta serta diikuti oleh masyarakat Rejang Lebong.

Dalam sambutannya, ketua panitia lomba menganyam Bokoa Iben, Primaya Lusiana, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam lomba ini.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada panitia, dewan juri dan para peserta lomba yang telah ikut serta dalam lomba Menganyam Bokoa Iben ini,” ujar Primaya.

“Lomba ini dilaksanakan untuk pertama kalinya sekaligus memeriahkan HUT Kota Curup ke-144,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan tujuan dilaksanakannya lomba ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada para pengrajin Bokoa Iben untuk mengikuti perlombaan.

Kegiatan ini juga sebagai ajang dalam menyampaikan salah satu bentuk kerajinan yang dimiliki oleh Rejang Lebong.

“Kami berharap keahlian dalam menganyam Bokoa Iben ini dapat diturunkan atau diajarkan kepada para generasi muda, agar kedepannya kerajinan ini tidak punah dimakan zaman,” tutupnya.

Sementara itu salah satu dewan juri Nasrul Dahori yang juga merupakan budayawan asal Rejang Lebong, dia menyampaikan ada 5 kriteria penilaian dalam lomba menganyam Bokoa Iben ini.

Baca Juga  Idul Fitri Jatuh Pada Hari Kamis 13 Mei

“Ada lima kriteria penilaian yakni kreativitas, bentuk anyaman, kerapian anyaman, ketetapan bahan yang digunakan dan ketepatan waktu,” jelasnya.

Untuk diketahui Bokoa Iben merupakan sebuah tempat untuk menyimpan peralatan orang yang suka mengunyah sirih (makan sirih). Kata Bokoa merupakan bentuk perubahan dari kosa kata “bakul’ dalam bahasa Indonesia.

Perbedaannya kalau bakul ukuran rata-rata besar dan ada juga yang kecil. Tapi kalau bokoa bentuknya kecil berdiameter seukuran piring makan dengan tinggi sekitar 15-20 cm.

Ditambah semacam tabung kecil terbuat dari kayu dengan ukuran lebih kurang sebesar bambu kecil yang di dalamnya ada lubang. Kegunaannya adalah untuk menumbuk gambia dan tembakau.

Gambar itu sendiri berupa daun pohon Gambir yang tumbuh di tengah hutan. Yang diambil adalah daun yang tua kemudian direbus dan dijemur, untuk menghasilkan daun gambir campuran makan sirih yang berkualitas.

Semua bahan makan sirih di dalam bokoa iben itu disusun sedemikian rupa, sehingga bokoa yang kecil itu bisa memuat di dalam bokoa-ditambah dengan isinya ‘iben’ maka jadi “bokoa iben’ terdiri dari iben (daun sirih), buah pinang (buah pinang)-yang sudah dikupas kulitnya, odot (tembakau), gambia (daun gambir), pisau kecil yang tajam.

Kemudian tutuk titik (penumbuk kecil yang terbuat dari kayu kecil berbentuk tabung) banyak daun sirih, tembakau, gambiea dan buah pinang.

Sedangkan di bagian atas bokong ada penutupnya yang merupakan satu set dengan bokoa itu sendiri. Bokoa iben terbuat dari anyaman bambu yang sangat rapih dan berkualitas, sehingga tahan lama dan tahan banting (tidak cepat rusak).(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Dinas Pendidikan Rejang Lebong dan Tim Pengawas Gelar Pembinaan Serta Sosialisasi bagi Tenaga Pendidik 
Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat
Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS
Cegah Perkawinan Anak dan Kekerasan Perempuan, Pemkab Rejang Lebong Rangkul Tokoh Adat hingga Hadirkan Layanan Terpadu di Puskesmas
Pemdes Warung Pojok Gelar Musyawarah Pra-Pelaksanaan Kegiatan 2026
Polsek Sindang Kelingi Laksanakan Pengawalan Pengendara Motor di Jalur Curup–Lubuklinggau
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:38 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB

Rabu, 2 September 2026 - 13:25 WIB

Dinas Pendidikan Rejang Lebong dan Tim Pengawas Gelar Pembinaan Serta Sosialisasi bagi Tenaga Pendidik 

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:12 WIB

Pemdes IV Suku Menanti RL Salurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:43 WIB

Maksimalkan Potensi Dana Umat, Pemkab dan Baznas Rejang Lebong Kebut Aturan Baru Pengelolaan ZIS

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Perkuat Indeks Ketahanan Hadapi Bencana, Pemprov Dorong Akurasi Data IKD

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:09 WIB