Bengkulu Tengah, Beritaraffllesia.com. – Insiden dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Tengah, Erriyanto, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa sejumlah siswa SD dan SMP tersebut.
Erriyanto mengatakan, dirinya langsung menyambangi Klinik Rizky Medika di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Kamis (23/4/2026), setelah menerima laporan kejadian.
Selain menjenguk siswa yang masih dirawat, ia juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi anak-anak sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Erri kepada awak media.
Ia juga mengimbau seluruh pihak sekolah agar lebih selektif dalam menerima dan mendistribusikan makanan program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Pastikan makanan dan minuman yang diantar ke sekolah dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi. Tidak hanya dilihat, tapi juga dicicipi. Setelah dirasa aman dan layak, baru diberikan kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Erri menambahkan, langkah tersebut merupakan upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi, seperti yang dialami siswa di SMPN 3 dan SDN 1 Bengkulu Tengah.
“Ini bentuk upaya pencegahan agar kejadian yang terjadi di SMPN 3 dan SDN 1 Bengkulu Tengah tidak terulang kembali. Mohon kerja sama dari semua pihak,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak tujuh siswa SMPN 3 Bengkulu Tengah dilarikan ke Klinik Rizky Medika setelah mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap hidangan MBG.
Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum.
Gejala yang dialami siswa muncul dalam waktu yang bervariasi, mulai dari sekitar satu jam setelah makan hingga hanya beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Informasi terbaru, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan MBG kembali bertambah satu orang.
Namun, siswa tersebut berasal dari sekolah berbeda, yakni SDN 1 Bengkulu Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah bersama instansi terkait masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Belum dapat dipastikan apakah gejala yang dialami siswa disebabkan oleh makanan atau faktor lainnya. (Rizon)












