Pemprov Bengkulu Bersama BPKN Sinergi Lindungi Konsumen

- Penulis

Selasa, 24 November 2020 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.com– Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengikuti Web Seminar (Webinar) Sinergitas Perlindungan Konsumen bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) secara virtual, bertempat di Ruang VIP Pola Provinsi Bengkulu, Selasa (24/11).

Webinar ini menerangkan bahwa perlindungan konsumen merupakan suatu hal yang sangat penting untuk terus dikedepankan. Dengan jumlah konsumen yang besar, pelaksanaan perlindungan konsumen tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergitas yang kuat dan terarah dari seluruh penyelenggara perlindungan konsumen.

“Dengan adanya perlindungan konsumen tentu akan tumbuh kepercayaaan bertransaksi, karena konsumen tidak dirugikan. Dalam webinar tadi dijelaskan ada banyak macam kasus yang menyebabkan konsumen merasa dirugikan, misalnya saja kita beli kuota internet namun ketika akan digunakan ternyata koneksi internetnya terganggu ini kan merugikan,”Jelas Hamka.

Hamka juga menyinggung dampak pandemi Covid-19 yang merubah berbagai perilaku konsumen dan harus diimbangi dengan berbagai kebijakan yang dapat melindungi aktivitas pola perdagangan yang saat ini mengacu pada transformasi digital.

Baca Juga  Puluhan Tokoh Masyarakat Benteng Kunjungan ke DPW PAN, Beri Hasil Tani dan Support Helmi Gubernur 

“Perlu penyelenggaraan perlindungan konsumen yang sinergis, harmonis dan terintegritas, apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, teknisnya tentu akan kita bahas bersama pihak-pihak terkait,” Terangnya.

Sementara itu, Komisioner BPKN Arief Syafari menyampaikan, berdasarkan data BPKN dalam kurun waktu tiga tahun terakhir pengaduan yang diterima BPKN meningkat drastis. Tercatat ada 3.500 pengaduan. Sebanyak 69 persen diantaranya dari sektor perumahan, 11 persen jasa keuangan, 9 persen e-commerce dan 2 persen berkaitan dengan jasa komunikasi.

“Kita harus mengubah pola pandang dalam mewujudkan ekosistem perlindungan konsumen di era kenormalan baru. Agar terbentuk sinergi perlu disepakati tujuan bersama dengan memberi dukungan nyata pada pembangunan ekonomi berkelanjutan, kehidupan sosial dan lingkungan. Termasuk peningkatan ekosistem dan penyelenggaraan perlindungan konsumen,” demikian Arief”(Dk)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Gelar Exit Meeting ITJEN, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan
Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB
Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama
Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan
Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global
Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah
Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Lebong, Gubernur Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:06 WIB

Pemprov Bengkulu Gelar Exit Meeting ITJEN, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Senin, 4 Mei 2026 - 14:47 WIB

Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB

Rabu, 22 April 2026 - 11:50 WIB

Cegah Pungli dan Gratifikasi, Kominfotik Bengkulu Tegaskan Komitmen Bersama

Sabtu, 18 April 2026 - 22:46 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:24 WIB

Kopi Bengkulu Siap Naik Kelas, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Daya Saing Global

Berita Terbaru