Rudi Orang Tua Wali Murid SDN 88 Kota Bengkulu
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Lagi-Lagi nama baik dunia pendidikan kota Bengkulu tercoreng, akibat ulah Seorang guru inisial MY (25) yang bertugas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 88 Kota Bengkulu, melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap murudnya sendiri, mengakibatkan korban Inisial CT (19) mengalami trauma.
Berdasarkan laporan Rudi orang tua murid inisial CT (9) warga karang anyar,berdomisili di Muara Bangka Hulu, Nomor LP-B /920/VI/2022/SPKT/ Polres Bengkulu bahwa Peristiwa kekerasan terhadap korban CT (9) pada hari senin tanggal 06 Juni 2022 Sekira Pukul 09.30 Wib di SDN 88 Kota Bengkulu
Kejadian kekerasan tersebut berawal ketika murid siswa-siswi SDN 88 sedang bermain dipekarangan sekolah.,tiba-tiba pelaku menghampiri korban CT (9) langsung marah-marah dan melakukan pemukulan pada dibagian kepala sebelah kiri. akibat peristiwa itu, korban mengalami sakit di bagian telinga sebelah kiri dan Berdenging.
Dari keterangan Rudi orang tua Korban, akibat peristiwa itu putrinya mengalami trauma,bahkan minta pindah ke sekolah lain.
“Selaku orang tua sangat kecewa dan tidak terima dangan perlakuan guru yang telah melakukan penganiayaan terhadap anak saya., sehingga akibat kejadian itu, anak saya tidak mau lagi sekolah akibat trauma. Jadi saya minta keadilan kepada Pak Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Bersama Wawali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, terutama kepada aparat Hukum supaya memproses laporan ini sesuai dengan hukum yang berlaku” Harap Rudi
Sementara itu Kapolres Bengkulu AKBP Andi Daddy, melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, MH, SIk dan Kanit III Reskrim Polres Bengkulu IPDA Hendra Gani, membenarkan bahwa orang tua wali Murid SDN 88 Kota Bengkulu mendampingi anaknya inisial CT yang masih berusia 9 tahun, telah membuat laporan tentang tindak pidana kekerasan, pada Kamis (07/07/22)
“ Ya benar orang tua korban sudah membuat laporan, dan laporan itu pasti kita proses secepatnya.,Kemudian untuk pelaku kita kenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang kekerasan dan perlindungan anak di bawah umur” Jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau.”(BR1)












