Bahas Kasus Stunting, Bupati Kepahiang Terima Kunker Deputi Bidang KS-PS

- Penulis

Senin, 11 Juli 2022 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Kerja Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Ke Kabupaten Kepahiang

Kunjungan Kerja Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Ke Kabupaten Kepahiang

Beritarafflesia.com – Intervensi stunting oleh pemerintah desa atau kelurahan melalui tindakan atau aksi nyata dengan pemenuhan makanan gizi bagi keluarga berisiko stunting, ibu hamil, bayi dua tahun (baduta) di masing-masing wilayah desa.

Maka dari itu, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, minta kepada pemerintahan desa atau kelurahan di daerah untuk secara serius menangani kasus stunting.

“Pelajari aturan penggunaan Dana Desa (DD) untuk penggunaan kegiatan penanganan stunting di desa, untuk belanja barang makanan pemenuhan gizi, ” kata Bupati Hidayatullah dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) di ruang kerja Bupati Kepahiang, Senin (11/07/22).

Roadshow Deputi Bidang KS-PK Nopian Andusti, di Provinsi Bengkulu di pekan kedua pada bulan Juli 2022 ini didampingi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Rusman Efendi, turun di tiga kabupaten, diantaranya Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong.

Tak hanya terhadap pemerintah desa, Bupati Hidayatullah menginstruksikan sejumlah dinas instansi teknis untuk bersama-sama dengan mengintegrasikan kebijakan maupun anggaran di tiap satuan kerja untuk bergerak dengan aksi nyata agar penanganan stunting betul-betul terarah serta tepat sasaran.

“Tiap dinas atau lembaga harus memiliki konsep kerja “siapa dan mengerjakan apa”, ambil bagian sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, dan prioritaskan penanganan terhadap keluarga yang berisiko stunting,” kata Bupati Kepahiang.

Dikatakan Hidayattullah, bahwa untuk bekerja tepat sasaran, modal yang paling utama adalah data, mempersiapkan data prevalensi dan keluarga berisiko stunting di Kabupaten Kepahiang. Angka tersebut akan menjadi acuan kerja agar tepat sasaran sehingga berdampak pada penurunan stunting.

“Penanganan stunting di tingkat desa, ayo, alokasikan anggaran dari dana desa untuk pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting, gandeng tim pendamping keluarga (TPK),” himbaunya.

Baca Juga  Pemdes Bumi Sari Salurkan BLT Dana Desa kepada 18 KPM Tahun Anggaran 2025

Kabupaten Kepahiang dengan jumlah desa lokasi fokus stunting sebanyak 15 desa dengan memprioritaskan keluarga berisiko stunting, baduta, ibu hamil, menyusui, dan remaja yang berada dalam rumah berstatus tidak layak huni. 

Sehingga dengan adanya kolaborasi lintas sektor, angka stunting di Kepahiang, dari sebesar 22,9% dapat ditekan hingga pada angka 13,1% pada 2024 mendatang.

Sementara itu, menurut Deputi KS-PK BKKBN Nopian Andusti, mengatakan bahwa target penurunan stunting di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 adalah 12,55% dari angka 22,1 persen%. Jika dihitung, maka 3-4% adalah angka yang harus dicapai setiap tahunnya.

Target pertahun yang harus dicapai setiap kabupaten yang paling tinggi adalah kabupaten rejang lebong, dan yang paling kecil adalah kabupaten kaur, hal ini mengacu pada data awal (data SSGI tahun 2021). Target untuk kabupaten kepahiang adalah 13,01% pada tahun 2024.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya perlu dilakukan secara konvergensi. Dalam Perban 12 tahun 2021 disebutkan dua pendekatan dalam percepatan penurunan stunting yaitu pencegahan dan penanganan.

Pencegahan dilakukan dengan pendekatan keluarga yaitu pencegahan stunting dari hulu. Mulai dari calon pengantin, pendampingan masa hamil serta pendampingan pasca persalinan yang dilakukan oleh tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari TP-PKK, bidan dan kader KB.

Sementara penanganan dilakukan terhadap anak dengan kasus stunting yaitu dengan memperbaiki status gizi nya dengan cara pemberian paket makanan tambahan (PMT). Karena pola kerja penurunan stunting adalah bergotong royong, maka BKKBN mengajak untuk menjadi “bapak asuh anak stunting”. 

“Saya yakin jika seluruh pejabat di kabupaten ini, jika dalam enam bulan atau beberapa bulan menjadi bapak asuh anak stunting, maka saya yakin status gizi anak tersebut akan membaik,” tutup Nopian.

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026
DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026
Dinas PUPR Kepahiang Mulai Pematangan Lahan Pembangunan Taman Kota
RSUD Kepahiang Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis 26 September 2026
Pemdes Tangsi Duren Gelar Musyawarah Khusus Penetapan BPD Periode 2026–2034
Pemdes Barat Wetan Kepahiang Rutin Gelar Posyandu, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Pimpinan dan Anggota DPRD Kepahiang Semangat Mengikuti Upacara HUT RI ke-81 2026
Pemkab Kepahiang Gelar Rapat Paripurna Matangkan Persiapan HUT  Kemerdekaan RI Ke-81 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:28 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Dinas PUPR Kepahiang Mulai Pematangan Lahan Pembangunan Taman Kota

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:03 WIB

RSUD Kepahiang Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis 26 September 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Pemdes Tangsi Duren Gelar Musyawarah Khusus Penetapan BPD Periode 2026–2034

Berita Terbaru

Provinsi Bengkulu

Pelantikan Pejabat Pemprov, Sekda Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:57 WIB