Dewan Sebut Sarana dan Prasarana Damkar Masih Kurang

- Penulis

Kamis, 25 Agustus 2022 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain

Bengkulu,Beritarafflesia.com –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu kembali menyoroti perlengkapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu. 

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain mengatakan dari hasil pantauan tersebut, Damkar dinilai masih kurang dalam hal sarana dan prasarana. Salah satunya seperti baju perlindungan diri, tabung oksigen dan lainnya.

“Ada beberapa hal yang menjadi catatan, pertama ialah kekurangan di sarana dan prasarana, seperti baju perlindungan diri kemudian oksigen ketika harus masuk ke dalam asap. Itu kurang sekali, cuma ada 2 oksigen ini. Nah perlindungan diri ini memang kurang sekali, apalagi baju tahan panas, itu juga kurang,” ucap Teuku saat diwawancara, Kamis (25/08/22).

Selanjutnya, Masalah lain yang menjadi hambatan Damkar kali ini ialah susahnya petugas bertindak ketika ada kebakaran di kawasan padat penduduk. Dewan pun menyarankan untuk menyiapkan hydrant di kawasan padat penduduk agar memudahkan para petugas nantinya.

Baca Juga  Diskominfo Kota Bengkulu Launching Logo dan Tema Spesial Momen HUT Kota Ke-305

“Di beberapa titik yang padat penduduk itu perlu adanya hydrant. Karena kan mobil kadang sulit masuk ke kawasan padat penduduk. Jadi kita siasati dengan adanya hydrant. Tapi kendalanya biasanya hydrant ini menggunakan pipa PDAM, tapi tekanan air PDAM itu rendah sekali, ini juga yang jadi pemikiran kita bersama. Tapi salah satu cara menyiasati lebih baik kita sediakan hydrant, lebih murah dari pada membeli mobil kecil lagi,” jelasnya.

Selain itu, Bukan hanya sarana dan prasarana, Dewan juga turut menyoroti upah/gaji yang diterima petugas Damkar.

“Di OPD lain itukan ada beban kerja, nah di Damkar ada risiko kerja. Saat bekerja petugas ini taruhannya nyawa. Hari ini mereka cuma terima gaji 1,5 juta ditambah risiko kerja jadinya kisaran 1,8 juta. Inikan belum sepadan dengan risikonya, inilah yang menjadi perhatian,” katanya. 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
SD Negeri 24 Kota Bengkulu Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Belangsung dengan Khidmat
SD Negeri 24 Kota Bengkulu Meriahkan HUT ke-81 RI Laksanakan Beragam Trobosan Perlombaan
SD Negeri 77 Kota Bengkulu Sukses Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Beragam Perlombaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Kamis, 17 September 2026 - 08:03 WIB

Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 20:38 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB

Selasa, 1 September 2026 - 07:53 WIB

Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 

Berita Terbaru

Internasional

FOSS Group Perkenalkan Teknologi Proteksi Kebakaran Berbasis Aerogel

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:39 WIB