Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu H Meri Sasdi,.M.Pd didampingi Kabid Pengawasan dan kearsipan Dian Fitri Sari, SE, MM, Kabid Pengelolaan Arsip DPK Provinsi Bengkulu, Ibrahim Daud dengan Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia.
Dalam Bimbingan teknis pengoperasi Aplikasi Srikandi oleh DPK Provinsi Bengkulu 41 peserta dari OPD Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dipusatkan di aula lantai 3 Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Bengkulu, Kamis (17/6/2022).
Kepala DPK Provinsi Bengkulu Meri Sasdi menyampaikan Aplikasi Srikandi merupakan kelanjutan dari Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dan pada dasarnya Aplikasi Srikandi merupakan integritas antara Pengelolaan Arsip Dinamis secara Instansional berbasis digital melalui Aplikasi SIKD dan secara nasional pada kementrian lembaga dan Pemerintahan Daerah.
Meri menyebutkan ada beberapa manfaat bagi Perangkat Daerah yang mampu mengimplementasikan aplikasi tersebut dengan baik, diantaranya memudahkan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pemerintah. Serta memudahkan akses informasi kearsipan yang diperlukan oleh publik.
“Selain itu, diharapkan kinerja aparatur meningkat dan lebih optimal dalam mencapai target organisasi serta mendukung upaya penghematan kertas,” kata dia.
Adapun, lanjutnya, kunci keberhasilan penerapan Srikandi terletak pada peran serta dan kolaborasi yang kuat dari seluruh stakeholder di lingkungan kementrian/lembaga yang bersangkutan. Sehingga pada akhirnya aplikasi ini dapat memberikan manfaat dan dapat terintegrasi dengan baik untuk pelayanan kearsipan, baik internal maupun eksternal.
Untuk itu, kegiatan Bimtek ini ditargetkan dapat meningkatkan kesadaran dalam tertib arsip diera digitalisasi dengan bertransformasi dari arsip konvensional menjadi arsip elektronik.
Melalui kearsipan berbasis digital dapat terekam dengan baik semua peristiwa sehinga, nantinya akan menjadi akuntabilitas dan memori kolektif bangsa dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Sementara itu, Ibrahim Daud dari Arsip Nasional Republik Indonesia sekaligus narasumber menyampaikan dalam kegiatan tersebut Peningkatan mutu penyelenggaraan kearsipan di lingkungan pemerintahan daerah diharapkan mampu mewujudkan program reformasi birokrasi, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, terpercaya, akuntabel dan transparan.
Bimbingan Teknis Aplikasi Srikandi pada hari ini salah satu tahapan dalam rangka implementasi aplikasi Srikandi di Pemerintah Provinsi Bengkulu dan menuju peningkatan mutu penyelenggaraan kearsipan di lingkungan pemerintah daerah provinsi agar dapat mewujudkan program reformasi birokrasi di Provinsi Bengkulu.
“Ketersediaan sumber daya manusia kearsipan yang terlatih untuk penerapan Srikandi sangat penting dalam rangka implementasi ini. Maka kami mohon kepada bapak ibu memberikan dukungan pada rencana implementasi Aplikasi Srikandi ini. Salah satunya dengan menjaga sdm yang telah kami latih ini untuk tetap di OPD-nya paling tidak sampai implementasi aplikasi srikandi terlaksana di Pemerintah Provinsi Bengkulu,” tukasnya. (Adv)












