Dituding Rugikan Keuangan Desa, Pemdes Tebat Mono Kepahiang Klarifikasi
Kepahiang, Beritarafflesia.com- Kepala desa (Kades) Tebat Mono Kecematan kepahiang kabupaten Kepahiang melakukan klaripikasi terkait tudingan masyarakat, atas Dugaan korupsi Dana Mesjid, Bertempat di aula Gedung serba Guna pada selasa (30 /12023) kemarin
Tudingan adanya dugaan penyimpangan tersebut, tak hanya tertuju kepada kepala desa, namun Bendahara Mesjid Nurul Huda
Didesa Terbat monok kabupaten Kepahiang ikut terseret melakulan dugaan korupsi

Diketahui pada acara klarifikasi ini tampak di di pimpin langsung oleh kepala Desa tebat mono Padila.S.S.Md yang dihadiri Tokoh masarakat, Tokoh Agama, Imam mesjid, BMA ,BPD
Babinkantibmas, Para Awak media
dan masyarakat Desa Tebat monok kabupaten
Menanggapi tudingan masyarakat tersebut, kepala desa Tebat monok Padila mengatakan, Terkait permasalahan yang dituding kepada nya bersama Bendahara atas dugaan penyimpangan Dana Baitul Mal yang bersumber dari dana wakap masyarakat. Serta Bantuan dari para Dermawan lainnya.
” Saya selaku kepala Desa Tebat Mono bersama Bendahara wajib memberikan klarifikasi atas tuduhan masyarakat, sehingga menjadi polemik, yang menyebabkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat belakangan ini. Maka kami menjelaskan soal keuangan mesjid, seperti yang dituduh oleh masyarakat, semuanya di kelolah dengan baik dan transparan serta akuntabel.”Jelas Padila

Tterkait dana yang masuk dan dana keluar, munurutnya semua laporan administrasi telah ia siapkan, dengan tujuan supaya masyarakat mengetahui secara jelas dan transparan.
” Menyingkapi adanya dugaan penyelewengan, seperti yang di tuduhkan kepada saya bersama bendahara bahwa tidak benar, bahkan hanya kesalapahaman saja. Maka saya bersama seluruh prangkatkat desa mengucapkan terima kasih kepada masarakat tebat mono atas partisipasinya untuk ikut mengawasi pengelolaan keuangan desa.” Terangnya.
Kepala desa juga meminta agar pihak masyatakat yang menuding pemerintah desa bahwa ada perbuatan yang melawan hukum, kedepannya tidak ada lagi, karena akibat tuduhan itu ia merasa tidak nyaman sebagai pemimpin didesa tersebut.
” Saya selaku pemimpin di desa ini, telah memamaafkan warga yang salah paham tersebut.selain itu kami juga minta maaf atas kesalahpaman tersebut.”tutup Padli
Setelah melalui proses klaripikasi yang cukup alot sehingga kepala desa berharap agar masalah tersebut cukup sampai disini. dan tidak ada lagi gunjang ganjing terkait permasalahan keuangan mesjid ,seperti yang dituduhkan.
” Saya meminta kepada warga desa tebat mono agar menghindari perbuatan yang bersifat menimbulkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat. karena akibat tudingan tersebut menyebabkan nama kami selaku pemerintah desa jadi tercoreng., pada akhir musyawarah bendahara juga menunjukkan bukti bukti rincian keuangan dan sisa uang yang belum digunakan senilai Rp 60 Juta lebih” demikian tegas Kades tebat mono Padila (RJ./jon)












