Ketua Komisi I DPRD Provinsi Dempo Xler
Bengkulu, Beritarafflesia.com – Akibat ganasnya abrasi air laut yang terjadi di pantai barat sumatera, berimbas besar dengan kehidupan masyarakat. Khususnya masyarakat Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Provinsi Bengkulu.
Pasalnya, akibat gerusan air laut itu, tak hanya merusak tempat tinggal. Tapi fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah serta lahan pertanian dan perkebunan, mengalami rusak parah.
Menyikapi masalah tersebut, Forum Masyarakat Urai Bersatu, diwakilkan pada empat orang, menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Provinsi Bengkulu. Mereka datang langsung ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (9/6/2023).

Kedatangan empat orang wakil dari masyarakat Desa Urai ini, tidak lain untuk menyampaikan keluhan dan kegelisahan yang dirasakan warga Desa Urai. Karena warga satu desa tersebut, hampir semuanya terkena abrasi air laut.
Jangankan untuk dapat bertahan hidup, tempat tinggal mereka pun sudah ditinggalkan. Kini kondisi di Desa Urai sangat memprihatinkan. Mulai dari tempat tinggal sampai sarana pendidikan dan kesehatan tudak bisa lagi dihuni.
Sehingga mereka butuh lahan baru untuk bertahan hidup. Khususnya, tempat tinggal dan lahan pertanian serta perkebunan sebagai tempat mencari nafkah.
Kini mereka menggarap lahan yang terlntar milik negara. Sedikitnya ada 450 kepala keluarga (KK) Desa Urai dan beberapa desa tetangga, tidak memiliki lahan tempat tinggal dan lahan pertanian.
Menyikapi keluhan yang diutarakan empat orang wakil warga dari Desa Urai, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, mengaku siap menampung aspirasi apa yang mereka sampaikan.
“Mereka minta kepada saya untuk membantu menjaga mereka.Sebab informasi yang saya ketahui bahwa adanya klaim HGU PTPN. Tapi dari fakta di lapangan, kalau HGU PTPN (kebun karet) itu, sampai sekarang tidak digarap. Ini karena masih ada keraguan,” papar Dempo.
Lebih lanjut dikatakan Dempo kalau Forum Masyarakat Urai Bersatu ini, memiliki niatan baik, yakni meminta izin untuk menggarap lahan negara yang terlantar, untuk digarap oleh 450 kepala keluarga.
“Alhamdulillah hari ini (Jumat- red) kami kedatangan tamu dari Forum Masyarakat Urai Bersatu. Mereka datang menyampaikan persoalan mengenai tempat tinggal mereka yang sudah habis terkena abrasi laut,” ungkap Dempo.
Jadi, kata dia, jangankan bertahan hidup, gedung sekolah saja sudah tidak layak untuk dihuni. Mereka ini butuh lahan untuk berkebun tanam. Saat ini mereka sedang menggarap lahan negara yang terbengkalai itu.
“Kini masyarakat bingung dengan kondisi yang ada. Saya sampaikan pada masyarakat kalau kami akan membantu mereka untuk mencari kejelasan masalah lahan tersebut. Asal masyarakat jangan mencuri kebun milik perusahaan maupun lahan warga setempat,” demikian Dempo.(Arya)adv












