Yogi Pramadani, Balon Ketua KONI Bengkulu
Bengkulu,Beritarafflesia.com – Wacana penundaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bengkulu disampaikan langsung Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi. Ia meminta agar Musprov ditunda supaya tidak terkesan terburu-buru sehingga produk Musorprov bisa benar-benar menjamin keberlangsungan olahraga di Bengkulu.
Keduanya meminta Musprov ditunda sebelum ada laporan pertanggngjawaban dana hibah dari pemerintah provinsi Bengkulu (pemprov) hingga laporan Pelaksanaan PON ke-XX di Papua.
“Kita minta pelaksanaan Musorprov ditunda hingga akhir Desember 2021. Dari DPRD yang fungsinya sebagai lembaga kontrol terlebih dahulu minta laporan hasil PON dan dana hibah dari KONI. Termasuk untuk menggelar Musorprov apakah dananya sudah ada,” Ujar Erna Sari Dewi, (8/11/2021) kemarin
Tak hanya itu Ia menambahkan, Terlebih lagi ketua Koni provinsi Bengkulu sebelumya sudah bermasalah dengan hukum,maka dari itu dirinya meminta supaya yang menjadi ketua Koni kedepannya dipimpin oleh orang yang profesiaonal
“ Penundaan ini Musorprov ini tujuan kita baik, karna disamping menunggu laporan hasil pelasanaan PON di papua, kita juga meminta agar siapapun yang menjadi pemimpin Koni provionsi nanti bisa membawak olahraga provinsi Bengkulu menjadi maju dan tidakbermasalah dengan Hukum nantinya.”Ungkap Erna
Menaggapi hal tersebut itu, salah seorang bakal calon (Balon) ketua KONI Provinsi Bengkulu Yogi Pramadani mengatakan, wacana penundaan itu bukan hal yang tabu untuk disampaikan. Wacana itu ia sebut sebaga proses berdemokrasi dalam arena KONI.
Yogi juga menyampaikan, Musorprov adalah agenda besar organisasi yang harus dilaksakana secara transparan adil dan memberikan kesempatan yang sama pada siapa pun yang berniat maju. Ia berharap ajang ini menjadi tempat konsolidasi pengurus KONI dan masa depan olahraga di Bengkulu.
“Untuk masalah waktu pelaksanaan Saya rasa panitia dan pengurus saat ini lah yang paling tahu, kapan waktu terbaiknya, kami sebagai balon akan ikut apapun keputusan panitia” kata pendaftar pertama calon ketua KONI ini.
Jika memang harus ditunda, kata Yogi, ia akan memanfaatkan waktu dan kesempatan untuk menyampiakan visi dan misi termasuk memperkenalkan diri labih jauh kepada kepada cabor-cabor yang bernaung di KONI. Ia ingin memamparkan visi kedepan sehingga olahraga Bengkulu bisa menuju masa emasnya.
“Kami betul-betul ingin mendorong olahraga Bengkulu maju dan sejahtera, untuk itu kami juga butuh waktu agar bisa memahami masalah-masalah yang dihadapi cabor-cabor saat ini, supaya kami bisa memberikan solusi terbaik untuk mendukung mereka kedepannya.
Selanjunya yogi meminta partisipasi aktif masyarakat agar agenda Musorprov KONI Bengkulu bisa menghasilkan pemimpin yang benar-banr solid dalam menata olaharaga Bengkulu di masa depan. KONI kata dia adalah nahkoda yang akan menjadi penentu apakah haluan olahraga Bengkulu akan lebih hebat atau stagnan.
“Tergantung pemimpinnya, bisa saja kara. Untuk itu kami berharap semua pihak dapat bekerjasama untuk menghantarkan pemimpin terbaik dari yang terbaik untuk KONI Bengkulu. Jangan pikirkan tentang siapa? tapi apa programnya untuk KONI Bengkulu ” tutup Yogi.
Untuk diketahui sejauh ini sudah ada 7 bakal calon yang mengambil berkas pencalonan Ketua KONI Bengkulu yaitu; Yogi Pramadani (Ketua PSI Bengkulu), Ahmad Hijazi (Mantan Bupati Rejang Lebong), Yanto, Dadang Mishal (Politisi PDIP), Dedy Ermansyah (Mantan Wagub Bengkulu), Muharamin (Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dan Heriyandi Amin (SIWO PWI Bengkulu). (BR1)












