Dewan Minta Pemprov Perketat Perbatasan

- Penulis

Senin, 3 Mei 2021 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Satlantas Polres BS setiap hari menjaga perbatasan BS – Sumsel mengantisipasi mudik

 

 

BENGKULU.Beritarafflesia.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, SIP. MSi menekankan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperketat perbatasan daerah dan Protokol Kesehatan (Prokes).

Hal itu untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19, juga mencegah masuknya virus corona (Covid-19) yakni B117 dengan skala penyebaran virus yang lebih cepat. “Jika kita merujuk apa yang diminta oleh pemerintah pusat bahwa tanggal 6 Mei sampai 17 Mei masing-masing daerah perbatasan itu harus dibuat posko dan diperketat untuk pemudik.

Namun beberapa hari terakhir contohnya di perbatasan padang Ulak Tanding (PUT) -Lubuk Linggau (Sumsel) belum ada posko satgas covid-19” kata Edwar, Senin (3/5/2021).

Edwar mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pemutusan rantai covid-19 dengan memperketat akses gerak masyarakat dari Provinsi lain yang hendak masuk ke Bengkulu. “Tentunya yang kita harapkan jangan sampai ada semacam diskriminasi.

Jika memang seluruh sudah tidak diperbolehkan mudik, maka tidak usah disuruh lewat masuk ke Bengkulu,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, S.KM M.Kes mengatakan, saat ini sudah ada mutasi virus Covid-19 yakni B117 yang penyebarannya lebih cepat.

Baca Juga  Gubernur Rohidin: Inklusi Keuangan Harus Diikuti Literasi Keuangan yang Kuat

Maka inilah yang harus dicegah jangan sampai masuk ke negara Indonesia apalagi masuk Provinsi Bengkulu. “Jikapun sudah masuk, kita harus secepatnya lakukan tracking dan penanganan secepatnya agar penyebarannya bisa dengana cepat ditangani,” ujar Herwan.

Herwan menjelaskan, berkaca dari kasus negara India yang terjadi pelonjakan kasus yang membudak karena menganggap vaksinasi mereka sudah tinggi. Sehingga masyarakat diharapkan untuk selalu disiplin dalam menegakkan Prokes. “Berkaca dari kasus tsunami kasus di India. Karena menganggap vaksinasi mereka tinggi, mereka ini terlena.

Ada 3 yang menyebabkan tsumi kasus tersebut diantaranya aktivitas keagamaan, event olahraga dan Pemilu yanga tidak menerapkan Prokes,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk Provinsi Bengkulu sendiri pada bulan April kemarin telah terjadi pelonjakan kasus dari bulan bulan sebelumnya. Maka dari itu Pemprov Bengkulu diminta untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menanggapi pelonjakan tersebut.(Rian)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan
Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah
Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust
Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen
Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU
Empat Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Akhirnya Pulang, Sujud Syukur di Bandara Fatmawati
Pemprov Bengkulu Dorong Semangat Nasionalisme Lewat Seminar dan Peluncuran Buku Karya Helmi Hasan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:46 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIB

Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust

Senin, 30 Maret 2026 - 14:58 WIB

Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen

Senin, 9 Maret 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu

Berita Terbaru