Dinsos: 130 Ribu Warga Kota Bengkulu Terdaftar di DTKS, 8.000 Dihapus Karena Pendapatan Lebih

- Penulis

Rabu, 24 April 2024 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang.

Kepala Dinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang.

Bengkulu, Beritarafflesia.com- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu menerangkan, sejak Januari 2024 hingga saat ini sebanyak 130 ribu Warga di wilayah tersebut telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Hingga saat ini ada 130 ribu Warga Kota Bengkulu yang terdata di dalam Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) atau DTKS,” kata Kepala Dinsos Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang, di Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (23/4/2024).

Ia menyebutkan, pihaknya bersama dengan Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bengkulu terus melakukan pemutakhiran data terkait penerima bantuan sosial (bansos).

Serta menyiagakan petugas operator sistem informasi kesejahteraan SIKS-NG di setiap kelurahan yang ada di Kota Bengkulu terkait DTKS.

Selain itu, sejak Januari hingga awal Maret 2024, pihaknya telah melakukan penghapusan atau mengeluarkan 8.000 Warga dari DTKS. 

Baca Juga  Pj walikota Bengkulu Apresiasi Kegiatan DTKS Guna Mengetahui Penduduk Miskin di Kota Bengkulu 

Penghapusan DTKS tersebut dilakukan karena 8.000 Warga telah memiliki penghasilan di atas upah minimum Kabupaten atau Kota (UMK) atau telah berpenghasilan diatas Rp 2,4 juta per bulan ataupun yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dengan adanya penghapusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai dengan domisili ASN yang terdaftar sebagai penerima bansos untuk segera dilakukan perbaikan.

Sahat menyatakan terus melakukan penyortiran terhadap DTKS dengan lebih selektif agar penerima bantuan sosial benar-benar warga yang miskin atau tidak mampu.

Sebab, banyak Masyarakat miskin yang mendaftar untuk masuk dalam DTKS, bahkan dalam satu Hari mencapai 40 laporan warga miskin yang belum dimasukkan ke DTKS.(BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru