Direktur RSUD Evaluasi Pelayanan Pasien Covid-19

- Penulis

Selasa, 10 Agustus 2021 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Syafriadi saat lakukan evaluasi

Mukomuko, (Beritarafflesia.com) – Senin (9/8) Peristiwa jenazah dibawa menggunakan motor dan juga terkait keluhan soal pelayanan terhadap pasien Covid-19, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko langsung lakukan evaluasi. Sekarang keluarga pasien dapat langsung menghubungi dirinya jika ada kendala yang tidak dapat diputuskan oleh petugas pelayanan.

Dikatakannya, kejadian jenazah yang dibawa menggunakan motor, menjadi pelajaran penting managemen rumah sakit dan hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Peristiwa tersebut diakui karena masih lemahnya koordinasi, ia baru mengetahui setelahnya. Maka sekarang ia melakukan beberapa langkah evaluasi, salah satunya dengan menempel nomor kontak pribadinya di ruangan perawatan atau isolasi pasien Covid.

‘’Sekarang di pintu ruangan sudah saya tempel nomor telpon petugas pelayanan, termasuk ada nomor HP saya dan kabid pelayanan. Keluar pasien bisa langsung koordinasi dengan penanggungjawab ruangan, jika tidak menemukan solusi, juga langsung bisa menghubungi saya,’’ kata Syafriadi.

Lanjutnya, langkah ini dilakukan supaya setiap kendala yang dihadapi masyarakat di rumah sakit bisa diselesaikan dengan cepat. Masyarakat bisa menghubunginya jam berapapun, karena disadarinya tidak mungkin bisa stan by di rumah sakit 24 jam. Selain itu juga petugas diminta meningkatkan koordinasi dan dapat melayani pasien dengan standar yang ditetapkan. Jika tidak dapat diputuskan, bisa langsung menghubungi dirinya.

Baca Juga  DPRD Terima Kunjungan Dari Rombongan Wakapolres Seluma

‘’Di rumah sakit berbeda dengan tempat lain, karena yang kita tangani orang sakit. Masyarakat atau keluarganya juga kadang dalam kondisi panik, sehingga butuh kesabaran. Maka kita perlu lakukan pembenahan secara terus menerus,’’ tegasnya.

Masih dikatakan Syafriadi, untuk ruangan isolasi juga dipastikan lebih steril, ia berharap pengertian dari masyarakat atau keluarga pasien terkait dengan SOP penanganan Covid-19. Pasien suspeck atau positif bukan ditetapkan oleh dokter, tapi merupakan hasil tes yang dilakukan. Bahkan petugas medis berharap tidak ada yang positif Covid.

‘’Kita kalau bisa jangan ada lagi pasien Covid, cukup penyakit lain saja, karena menangani pasien Covid-19, risikonya tinggi, petugas rawan terpapar,’’ tutupnya.(Byg)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patroli Dialogis Menjadi Kunci Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Kamtibmas
Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ
Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu
Polres Mukomuko Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis dan Terbuka untuk Masyarakat
Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik
Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka
Pemprov Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:09 WIB

Patroli Dialogis Menjadi Kunci Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Kamtibmas

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:21 WIB

Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:44 WIB

Polres Mukomuko Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gratis dan Terbuka untuk Masyarakat

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik

Berita Terbaru