Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Sabtu Pagi (07/10/2023),Pembukaan Acara Roadshow Offline Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2023 dilaksanakan di Provinsi Bengkulu berlokasi di gedung serbaguna Provinsi Bengkulu.
Gerakan Nasional 1000 startup digital ini adalah sebuah program besutan pemerintah yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Adapun Tujuan gerakan ini untuk mengembangkan talenta startup digital yang berkualitas, mendorong terciptanya solusi digital, serta membangun ekosistem startup digital yang kolaboratif dan inklusif.
Sekda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri mengatakan, “saat ini istilah startup bisa lebih dikerucutkan lagi menjadi perusahaan rintisan yang mengacu pada bisnis berbasis teknologi”.

Dari data BPS Provinsi Bengkulu PDRB menurut lapangan usaha bahwa sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan menempati posisi pertama dengan persentase 28,18 persen jika dibandingkan dengan lapangan usaha yang lainnya.
Selain dari pada itu, surplus nilai tukar petani (NTP) tahun 2022 yakni 134,14 persen yang mengalami kenaikan 1,57 persen hingga sampai dengan bulan Agustus 2023 yakni sebesar 147, 15 persen.
“Tentunya ini modal positif terhadap potensi inovasi dalam membangun startup digital sektor agribisnis di Provinsi Bengkulu,” ujar Isnan Fajri.
Dengan adanya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, anak-anak muda di Provinsi Bengkulu diharapkan mendapatkan inspirasi untuk membangun startup unggulan dengan memanfaatkan segala modal yang ada, seperti sektor pertanian.

“Kita harus bersama-sama mendukung visi Indonesia Digital Nation 2025 untuk meningkatkan jumlah kewirausahaan di Indonesia serta membangun ekosistem digital yang inklusif,” tambah Isnan.
Sementara itu, subkoordinator Bagian Kerjasama Startup Digital Kemenkominfo Muhammad Faisal mengungkapkan mengenai pesatnya transformasi digital di Indonesia.
Menurut Faisal, Indonesia adalah pasar yang banyak disasar oleh pihak luar. Ia juga menekankan bahwa, transformasi digital merupakan solusi teknologi untuk membangun Provinsi Bengkulu.
“Untuk mendukung transformasi digital, ekosistem dan infrastruktur dinilai menjadi hal yang paling penting. Pemerintah memang harus bergerak supaya anak-anak memiliki modal untuk membangun startup,” tutupnya.












