Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Beritaraffllesia.com. – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA, SMK, dan SLB Tahun Ajaran 2026/2027 harus berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia meminta seluruh sekolah menerapkan prinsip keterbukaan, khususnya terkait penilaian skor dalam proses seleksi penerimaan murid baru.

“Penerimaan peserta didik harus berjalan lebih baik dari tahun lalu. Kita belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat menyedot perhatian nasional,” ujar Helmi Hasan, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan SPMB Tingkat SMA/SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2026 yang digelar secara hybrid, baik luring maupun daring, di Ruang Pola Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur kepolisian, kejaksaan, serta seluruh kepala SMA dan SMK negeri se-Provinsi Bengkulu.

Dalam arahannya, Helmi Hasan menekankan pentingnya transparansi pada setiap tahapan penerimaan murid baru, terutama terkait hasil penilaian dan skor peserta seleksi.

“Hari ini kita melakukan evaluasi secara langsung. Namun, yang kami minta adalah skor hasil seleksi siswa ditampilkan secara terbuka. Jangan sampai ada informasi yang tidak tersampaikan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Rapat Bahas Penataan Pantai Panjang, Gubernur Rohidin: Saya Mau Penertiban dari Sisi Perizinan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menjelaskan antrean layanan SPMB yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan banyaknya calon murid yang melakukan pergantian kata sandi (password), namun tidak mencatat kata sandi baru tersebut.

“Penumpukan antrean terjadi karena banyak calon murid lupa kata sandi setelah melakukan perubahan. Sebagai solusi, kami telah menyiapkan layanan daring melalui akun Gmail untuk melakukan reset akun calon murid,” jelas Zulhendri.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya juga akan menyiapkan akses terbatas bagi admin sekolah agar dapat membantu proses reset kata sandi calon murid.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik. (Br)

Share

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026
Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ
Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu
Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik
Pemprov Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Pemprov Bengkulu Gelar Exit Meeting ITJEN, Fokus Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan
Sekda Bengkulu Buka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT di UMB
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Pemprov Bengkulu Terima Aspirasi ASBS, Siap Kaji Persoalan Batas Wilayah dan Aktivitas PT DSJ

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:21 WIB

Festival Tabut 2026 Resmi Dimulai, Helmi Hasan Siapkan Agenda Wisata Baru Bengkulu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Tingkatkan Kualitas Informasi Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:40 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Transparansi SPMB 2026, Skor Seleksi Diminta Dibuka Secara Terbuka

Berita Terbaru