Gubernur Bengkulu Rohidin Tolak Kebijakan EUDR,ini Alasannya!!

- Penulis

Sabtu, 3 Juni 2023 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bengkulu Rohidin Tolak Kebijakan EUDR,ini Alasannya!!

Gubernur Bengkulu Rohidin Tolak Kebijakan EUDR,ini Alasannya!!

Bengkulu,Beritarafflesia.Com– Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dengan tegas menolak kebijakan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang diberlakukan oleh Uni Eropa (UE). Menurutnya, kebijakan ini sangat merugikan tidak hanya petani sawit di Bengkulu, tetapi juga di seluruh Indonesia dan belahan dunia lainnya.

“Implementasi EUDR jelas akan melukai dan merugikan komoditas perkebunan dan kehutanan yang begitu penting bagi kita. Seperti kakao, kopi, karet, produk kayu, dan sawit yang banyak diusahakan oleh rakyat,” katanya, Kamis (1/6).

Menurutnya, kebijakan ini seperti tidak menghargai upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia, termasuk Bengkulu, dalam menangani perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati. “Kebijakan ini seolah-olah mengabaikan komitmen kita untuk menyelesaikan permasalahan terkait isu pemanasan global dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Dalam konteks Bengkulu, minyak sawit memiliki peran penting dalam perekonomian daerah tersebut. Rohidin menegaskan, penolakan terhadap EUDR bukanlah keberpihakan pada industri sawit semata, melainkan juga upaya melindungi mata pencaharian dan kesejahteraan petani sawit.

Baca Juga  Safari Ramadhan Wabup Kepahiang Didampingi Kepala KUA Ujan Mas

“Petani sawit adalah tulang punggung ekonomi kami, dan kebijakan ini akan merugikan mereka secara langsung,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan lainnya dalam rangka memperjuangkan kepentingan petani sawit dan menjaga keberlanjutan industri perkebunan di daerah ini.

“Hendaknya ada dialog yang konstruktif antara Indonesia dan UE untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak. Kami minta masalah ini bisa diselesaikan, kami di daerah akan terus berkomitmen untuk tetap berjuang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan industri perkebunan di Bengkulu,” tutupnya.

Jakfar, Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (apkasindo) Provinsi Bengkulu, juga mengaku khawatir akan dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh EUDR.

“Kebijakan ini akan menghancurkan mata pencaharian petani sawit. Banyak petani kecil yang bergantung pada perkebunan sawit untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka,” tandasnya.(BR1)adv

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan
Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah
Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust
Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen
Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
Gubernur Helmi Pastikan Kuota BBM Subsidi Bengkulu Aman, Soroti Kekurangan SPBU
Empat Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Akhirnya Pulang, Sujud Syukur di Bandara Fatmawati
Pemprov Bengkulu Dorong Semangat Nasionalisme Lewat Seminar dan Peluncuran Buku Karya Helmi Hasan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:46 WIB

Pemprov Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust Lewat Latihan Gabungan

Senin, 13 April 2026 - 16:27 WIB

Peluncuran MTQ XXXVII Bengkulu 2026 Resmi Digelar, Kabupaten Seluma Siap Jadi Tuan Rumah

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIB

Rakor Pemprov dan TNI, Bengkulu Siap Antisipasi Bencana Megathrust

Senin, 30 Maret 2026 - 14:58 WIB

Pemprov Bengkulu Ungkap Capaian 2025, Ekonomi Tumbuh 4,80 Persen

Senin, 9 Maret 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu

Berita Terbaru

Nasional

Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Kinerja Satgas Damai Cartenz

Rabu, 29 Apr 2026 - 20:57 WIB