Guna Kendalikan Inflasi, TPID se-Provinsi Bengkulu Gelar High Level Meeting 

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan (High Level Meeting /HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu Semester I Tahun 2024 digelar di Balai Raya Semarak, Rabu (6/3/2024).

Rapat yang dibuka langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Darjana dan dihadiri beberapa Kepala Daerah serta beberapa unsur Forkopimda membahas mengenai inflasi di daerah.

Tujuan dilaksanakan HLM adalah untuk mengevaluasi tingkat inflasi di Provinsi Bengkulu serta faktor yang mempengaruhi, identifikasi komoditas penyumbang inflasi, langkah-langkah konkret pengendalian inflasi jelang ramadan dan HKBN.

Intinya, rakor TPID untuk menyikapi bagaimana pengendalian inflasi berjalan secara efektif dan efisien, sehingga kebutuhan pokok dalam rangka menyambut ramadan dan Idul Fitri bisa terpenuhi dengan baik di tengah-tengah masyarakat.

“Pada level provinsi kita memastikan semua stok bahan pangan pokok tersedia. Karena biasanya inflasi ini juga dipengaruhi faktor tersebut. Oleh karena itu, stok ini harus kita pastikan terutama sembilan bahan pokok yang berada di tengah masyarakat,” jelas Gubernur.

Kemudian mengenai pendistribusian, kelancaran distribusi harus terjamin. Dan satgas pangan juga harus memastikan tak ada penimbunan. Setelah itu, TPID koordinasi dengan Bulog untuk memastikan stok bahan pangan di setiap daerah di Provinsi Bengkulu.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus mengalami peningkatan jelang bulan ramadhan, maka TPID perlu terus melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan serta advokasi terhadap perkembangan harga komoditas, mengintensifkan intervensi harga komoditas selama ramadan.

Maka dari itu, melalui HLM ini ditekankan pentingnya sinergi dari berbagai kota/kabupaten untuk membuat Bengkulu maju.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Darjana menjelaskan berbagai upaya dari BI bersama Pemerintah dalam pengendalian inflasi, diantaranya menggelar pasar murah, ketahanan komoditas pangan, pemberian alat pertanian dan sarana produksi pertanian, kerjasama antar daerah, fasilitasi distribusi pangan, melakukan digitalisasi data dan memperkuat komunikasi dan koordinasi.

Baca Juga  Gelar Rapat Paripurna, Dewan Tetapka 18 Raperda Masuk Propemperda 2022

Berdasarkan data, inflasi Februari 2024 terkendali dalam kisaran Inflasi Indek Harga Konsumen (IHK) berada pada level 2,75 % (yoy). Untuk inflasi inti tercatat sebesar 1,68 %. Sedangkan inflasi volatile food tercatat terkendali sebesar 8,47 (yoy). Terakhir inflasi kelompok administered prices sebesar 1,67 % (yoy).

“Untuk menciptakan ketersediaan pangan yang terjangkau. BI dan Pemerintah menyepakati target inflasi IHK tetap dalam kisaran 2,5 lebih kurang 1 %,” tuturnya.

Secara terpisah, saat diwawancarai, Pj Walikota Arif Gunadi menyebutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus menindaklanjuti arahan dari Kemendagri untuk mengantisipasi kenaikan harga dan mengendalikan inflasi.

Kemudian, Pemkot juga terus melanjutkan beberapa program pengendalian inflasi di tahun 2023 pada 2024, mengingat komoditas penyebab inflasi tak jauh berbeda. Adapun yang sedang dilakukan Pemkot ialah operasi pasar murah bersama stakeholder terkait, pemberian bibit tanaman cabai, memantau pendistribusian bahan pokok, dan hal lainnya.

“Terbaru, TPID Kota Bengkulu juga akan melakukan berbagai upaya, diantara memasifkan kegiatan pengendalian inflasi. Kemudian melakukan kerjasama dengan daerah produsen pangan. Setelah itu, kita juga meminta masyarakat beralih ke beras SPHP dan upaya lainnya,” jelas Walikota.

Selain itu, Pemkot juga memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder.

“Pada intinya, kita terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, terakhir ialah komunikasi yang efektif demi menekan laju inflasi di Kota Bengkulu,” pungkasnya. (BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru