Hingga Akhir November, Polres RL Tangani 39 Kasus PPA

- Penulis

Rabu, 25 November 2020 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rejang Lebong, Beritarafflesia.com- Hingga Akhir November 2020 Polres Rejang Lebong Polda Bengkuluk tercatat telah menangani 39 kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA) di Kabupaten Rejang Lebong.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno melalui Kepala Unit PPA Aiptu Desi Oktavianti di Mapolres Rejang Lebong, Selasa (24/112020) menjelaskan dari jumlah kasus tersebut sebagian besar sudah naik ke penuntut umum bahkan sudah divonis majelis hakim pengadilan negeri setempat dan ada juga yang berakhir damai.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani unit PPA Polres Rejang Lebong sampai saat ini sudah ada 39 kasus, sebagian besar kasusnya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum atau P21 yang kebanyakan adalah kasus persetubuhan,” kata dia.

Dari 39 kasus yang ditangani unit PPA ini, sebanyak 19 kasus sudah naik ke JPU bahkan sudah selesai disidangkan di Pengadilan Negeri Curup, kemudian 11 kasus lainnya dinyatakan SP3 atau dihentikan lantaran terjadi perdamaian antara pengadu dan teradu.

Baca Juga  Kapolda Bengkulu Sambut Kunjungan Silaturahmi Danlanal Baru Letkol Laut (P) Yudi Ardian

“Yang berakhir dengan perdamaian ini sebagian besar kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan ada juga perkelahian anak-anak, serta ada satu kasus diversi yakni kasus melibatkan anak yang ancamannya hukumannya kurang dari tujuh tahun,” kata dia.

Sisanya yang tiga kasus, katanya, masih dalam penyidikan, salah satunya kasus pencabulan Ar (65) terhadap dua pelajar SMP di daerah itu yang ditangkap petugas pada Minggu (22/11) serta lima kasus lainnya dalam proses penyelidikan.

Sejauh ini, katanya, banyaknya kasus PPA di wilayah itu, antara lain pengaruh media sosial, faktor ekonomi, dan perpecahan rumah tangga.

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabulkan Penangguhan Nardi Kasus OTT Rp1,5 Juta, KMF dan Media BR Online Apresiasi Tindakan Polres Benteng
Kisah Hubungan Asmara Berujung Laporan Fitna Dugaan Asusila, Apriansyah Tempuh Praperadilan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Penetapan Tersangka dan DPO Apriansyah, Penyidik PPA Polda Terkesan Tendensius: Praktisi Hukum Minta Prosedur Penyidikan Dibuka
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Dinas Pendidikan Rejang Lebong dan Tim Pengawas Gelar Pembinaan Serta Sosialisasi bagi Tenaga Pendidik 
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Proses Penatapan Tersangka dan DPO Terkesan Janggal, Penasehat Hukum Apriansyah Akan Uji Melalui Prapradilan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Kabulkan Penangguhan Nardi Kasus OTT Rp1,5 Juta, KMF dan Media BR Online Apresiasi Tindakan Polres Benteng

Sabtu, 19 September 2026 - 19:18 WIB

Kisah Hubungan Asmara Berujung Laporan Fitna Dugaan Asusila, Apriansyah Tempuh Praperadilan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 13:08 WIB

Penetapan Tersangka dan DPO Apriansyah, Penyidik PPA Polda Terkesan Tendensius: Praktisi Hukum Minta Prosedur Penyidikan Dibuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:38 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB

Berita Terbaru