Foto/ Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman ST
BENGKULU, Beritarafflesia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Melalui Dinas PUPR kota Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk membangun tiga jembatan di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus mengurangi gangguan mobilitas masyarakat saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman ST mengatakan, pembangunan tiga jembatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, lokasi pembangunan telah diidentifikasi sejak 2023, namun pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini karena sebelumnya terkendala keterbatasan anggaran.
“Sebenarnya lokasi tersebut sudah kami identifikasi sejak tahun 2023. Namun, saat itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Alhamdulillah pada tahun ini pembangunan sudah dapat dilaksanakan,” ujar Noprisman, Senin kemarin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan Polresta Bengkulu. Melalui jajaran Bhabinkamtibmas, kepolisian turut menghimpun aspirasi masyarakat serta menyampaikan kondisi di lapangan sehingga usulan pembangunan dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan warga.
Sebelum pekerjaan dimulai, setiap lokasi yang diusulkan telah melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta sesuai dengan kondisi lapangan.
Saat ini seluruh paket pekerjaan telah memasuki tahap pelaksanaan dan telah memiliki kontrak kerja. Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan sehingga pada November 2026 seluruh jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Adapun tiga lokasi pembangunan meliputi Jembatan Betungan dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar, Jembatan Pancur Mas sebesar Rp1,8 miliar, serta Jembatan Pematang Gubernur di Kecamatan Muara Bangkahulu dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Menurut Noprisman, perbedaan nilai anggaran pada masing-masing proyek dipengaruhi oleh kebutuhan konstruksi yang berbeda. Setiap jembatan memiliki karakteristik struktur tersendiri sehingga memerlukan penanganan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Selama proses pembangunan berlangsung, Dinas PUPR Kota Bengkulu akan menerapkan penutupan sementara akses jalan di sekitar lokasi proyek. Rekayasa lalu lintas beserta jalur alternatif akan disosialisasikan kepada masyarakat agar aktivitas warga tetap berjalan dengan baik.
Noprisman juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Ia menjelaskan bahwa struktur beton memerlukan masa perawatan hingga mencapai kekuatan yang sesuai dengan standar teknis sebelum dapat dilalui kendaraan.
“Pembangunan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. Kami berharap masyarakat dapat memahami proses yang harus dilalui agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama,” tutupnya.”(Pahri)












