Mukomuko Siapkan Tenaga Kesehatan Guna Operasional RS Pratama

Rumah Sakit Pratama Mukomuko

Mukomuko, Beritarafflesia.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan menyiapkan tenaga kesehatan dari sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di daerah ini menjelang beroperasinya rumah sakit pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh.

“Dengan diaktifkannya rumah sakit pratama nanti, tentu kita mensinkronkan dengan faskes-faskes kita yang sudah ada baik faskes sekelas puskesmas rawat inap rawat jalan yang ada di Mukomuko 17 faskes dan satu RSUD,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko Abdiyanto di Mukomuko, Rabu (20/3/2024).

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit pratama, ia mengatakan, harus diselaraskan dan disinergikan menjadi satu kesatuan pelayanan kesehatan.

Kemudian dari RSUD Mukomuko sendiri, menurutnya, tenaga aparatur pelayanan kesehatan yang dimiliki bisa ditugaskan di rumah sakit pratama setelah dikaji dan evaluasi.

“Tentu ini butuh penyesuaian terhadap aparatur kita, dan kita selaraskan dengan kebutuhan nanti untuk mengaktifkan rumah sakit pratama,” ujarnya.

Ia yakin, jumlah tenaga yang ada ini masih mencukupi, sehingga tahap awal ini pemda belum ada opsi menerima dulu tenaga baru, tetapi lebih kepada merotasi tenaga yang sudah ada di beberapa faskes yang dimiliki utamanya faskes RSUD yang nanti dirotasi ke rumah sakit pratama

Ia mengatakan, setelah rumah sakit pratama beroperasi dengan tenaga yang didistribusi secara rotasi itu nanti dalam perjalanannya tentu ada evaluasi.

“Kalau dalam perjalanan nanti ada beberapa tenaga strategis, tenaga spesifik tertentu yang kita butuhkan ini nanti yang kita rekrut,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat sebelumnya menyebutkan tahun 2024 tidak ada penerimaan atau rekrutmen tenaga medis dan paramedis baru untuk rumah sakit pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh.

“Jadi untuk operasional rumah sakit pratama tidak ada rekrutmen baru. Sementara ini kita me-realokasi sumber daya manusia (SDM) yang ada di beberapa fasilitas kesehatan, misalnya yang ada di Puskesmas Air Rami dan Puskesmas Ipuh,” katanya.

Ia mengatakan, di-realokasi sesuai kebutuhan standar yang dibutuhkan saat ini kurang lebih sebanyak 50 tenaga untuk tenaga dari mulai dokter, medis, paramedis, administrasi, dan penunjang tata usaha.

Untuk sementara, katanya, rumah sakit beroperasi memang seadanya dulu yang penting organisasi perangkat daerah terbentuk, didaftarkan, dapat izin operasional.

“Sambil jalan ada evaluasi dianalisis kembali kebutuhan tenaga, dianalisis kebutuhan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga rumah sakit, ia yakin, tenaga medis dan paramedis yang ada di dua puskesmas mencukupi dengan total Puskesmas Ipuh sekarang ini sampai sekitar 100 orang lebih, tetapi untuk realokasi ke situ semua tidak mungkin.

Untuk mengatur pembagian tenaga dari puskesmas ke rumah sakit, katanya, kebijakan analisis kebutuhan SDM kesehatan ke Sekretariat Dinkes dan rencana kebutuhan SDM kesehatan, untuk eksekusi di Kasubag Kepegawaian.

Untuk gaji karyawan, katanya, pembiayaan di bawah Dinas Kesehatan pada tahun pertama sambil menunggu operasional setelah OPD (organisasi perangkat daerah) terbentuk UPT (unit pelayanan teknis) atau BLUD (badan layanan umum daerah), menyesuaikan lagi.(BR1)