Optimalkan Herd Immunity, Pemprov dan Forkopimda Provinsi Terus Genjot Vaksinasi Massal COVID-19
Bengkulu,Beritarafflesia.com- Pemprov Bengkulu bersama jajaran Polda Bengkulu dan Korem 041/ Gamas Bengkulu serta unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, terus genjot pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19, khususnya dosis kedua dan booster.
Terkait optimalisasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 ini, Pemprov Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu telah mendistribusikan 138 ribu dosis vaksin ke seluruh kabupaten/ kota. Sehingga walaupun hari libur, vaksinasi COVID-19, baik dosis 1, 2 dan booster bisa tetap melayani, dibantu vaksinator dari jajaran Polda dan Korem Bengkulu.
Optimalkan Herd Immunity, Pemprov dan Forkopimda Provinsi Terus Genjot Vaksinasi Massal COVID-19
“Sekitar seminggu lalu sudah kita distribusikan 138 ribu lebih ke 10 kabupaten/ kota, kita minta segera lakukan vaksinasi, sehingga akhir Februari ini dapat selesai,” jelas Gubernur Rohidin usai hadir pada Kegiatan Vaksinasi Massal COVID-19 Dosis 1, 2 dan 3 (Booster) Serentak di Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu Serta Vidcon Menyapa Kabupaten/ Kota dan Vidcon Bersama Kapolri/ Presiden RI, di GOR Sawah Lebar Bengkulu, Sabtu (26/02).
Lanjut Gubernur Rohidin, dari arahan yang disampaikan Kapolri, jelas bahwa vaksinasi booster dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga walaupun terpapar COVID-19 varian Omicron, tidak terlalu mengalami sakit dengan gejala berat.
Optimalkan Herd Immunity, Pemprov dan Forkopimda Provinsi Terus Genjot Vaksinasi Massal COVID-19
“Tadi Kapolri mewakili Presiden RI, menegaskan untuk optimalisasi vaksinasi booster. Ini tidak lain untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” tutupnya.
Sementara itu, masyarakat vaksinasi massal COVID-19 yang dilaksanakan di GOR Sawah Lebar Bengkulu juga mendapatkan paket sembako secara gratis.
Data Satgas Covid-19 Provinsi Bengkulu menyebutkan, data vaksinasi COVID-19 Provinsi Bengkulu per 26/02/2022 vaksin dosis 1 berada pada angka 88,07 persen, dosis 2 pada 64,57 persen dan dosis booster di angka 2,80 persen.(BR1)












