Foto/ Pemdes Bumi Sari Kepahiang saat Gelar kegiatan Musyawarah Rembuk Stunting Tahun 2025
Kepahiang, Beritarafflesia.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bumi Sari, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menggelar Musyawarah Rembuk Stunting Tahun 2025 di Aula Joglo Desa Bumi Sari, Jumat (4/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memperkuat komitmen bersama untuk menekan angka stunting melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang terarah.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala Desa Bumi Sari beserta perangkat desa, Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK Desa, bidan desa, ibu hamil, kader Posyandu, Tim Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Kepahiang, Camat Ujan Mas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bumi Sari menyampaikan bahwa pelaksanaan rembuk stunting merupakan langkah penting dalam menyusun strategi pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu. Menurutnya, keberhasilan penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, pemberian makanan bergizi kepada balita, penyediaan air bersih, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan pemantauan tumbuh kembang anak juga harus terus ditingkatkan.
“Melalui rembuk stunting ini, kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjalankan program pencegahan sehingga anak-anak di Desa Bumi Sari dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting,” ujar Kepala Desa.
Sementara itu, para peserta musyawarah turut memberikan berbagai masukan dan usulan yang akan menjadi bahan penyusunan program prioritas desa. Usulan tersebut meliputi peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Bumi Sari berharap hasil Musyawarah Rembuk Stunting Tahun 2025 dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan kegiatan yang lebih efektif dalam menurunkan angka stunting. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, terus meningkat sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan.”(Jhon)












