Pemdes Talang Petai kabupaten Mukomuko Lakukan Vaksinasi covid 19 dan Imunisasi Terhadap Belita
Mukomuko,Beritaraflesia.com-Pemerintah desa Talang petai kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko melakukan vaksinasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap warga dan sekaligus imunisasi balita di kantor desa Talang petai pada hari Rabu (10 11/2021)Kemarin
Meningkatnya penerima manfaat vaksin covid 19 ini lantaran ada surat edaran bupati Mukomuko yang intinya adalah sanksi administrative bagi masyarakat yang tidak mau di vaksin. Sangsi tersebut bisa juga berupa denda atau di hentikannya bantuan dari pemerintah, baik BLT atau bantuan social lainnya.
Dari himbauan Bupati tersebut akhirnya masyarakat berbondong – bondong untuk di vakasin Covid 19 di kantor desa Talang Petai.
Pemdes Talang Petai MM Lakukan Vaksinasi covid 19 dan Imunisasi Terhadap Belita
Kepala desa Talang petai Armadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa vaksin ini di lakukan untuk melindungi kita dari serangan COVID 19 yang telah banyak menelan korban jiwa, sehingga dirinya menghimbau agar warga bersedia di vaksin.
“Saya berharap kepada warga desa talang petai agar segra di vaksin, supaya desa kita aman dari COVID 19. dan mari kita sukseskan vaksin COVID 19 dan anak – anak kita yang masih belita jangan sampai terlambat untuk di imunisasi, sesuai dengan jadwalnya masing masing anak, serta jangan lupa buku jadwal imunisasi supaya petugas kesehatan bisa mempersiapkan jenis imunisasi yang akan di berikan kepada belita ”Imbuh Armadi.
Sementara itu bidan Anita Carolina juga menyampaikan, tentang sunat pada balita perempuan, yang di anggap tidak bermanfaat, karena dikemudian hari bisa menimbulkan infeksi pada kemaluannya.
Pemdes Talang Petai MM Lakukan Vaksinasi covid 19 dan Imunisasi Terhadap Belita
“Jadi bagi yang punya bayi perempuan tidak usah di sunat, karena sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan bisa menimbulakan infeksi di kemudian hari. Kalau lelaki harus di sunat untuk kebersihan. Itupun kalau anak laki – laki yang sudah berumur 7 tahun ke atas, kecuali pada kelahirannya ada kelainan pada kemaluan, misalnya timosis, yaitu kelainan pada saluran kencing yang memang perlu di lakukan sunat”, Jelas bidan Anita Carolina
Setelah imunisasi Belita di lakukan, di lanjutkan pemberian vaksin COVID 19 untuk warga. Namun sebelum di berikan vaksin, Dr Anjas menghimbau agar warga sarapan terlebih dahulu, guna meminimalisir efek yang di timbulkan vaksin tersebut. Di sela – sela kegiatan pemberian vaksin wartawan mencoba konfirmasi tentang cek list yang di lakukan dokter, terkait dengan skrining.
“ Jadi cek list ini semacam skrining, dengan menanyakan kepada calon penerima vaksin, apakah calon penerima vaksin mempunyai alergi vaksin, dan ada penyakit bawaan, serta mengidap gangguan autoimun seperti asma, apakah calon penerima vaksin mempunyai hipertensi, kalau memiliki salah satu yang kami tanyakan, maka vaksinasi kami tunda,”, terangnya
Bidan Anita Carolina juga berpesan kepada masyarakat supaya mensukseskan vaksin COVID 19 ini agar warga aman dan terbebas dari penyakit yang memaktikan ini
“ Mari kita sukseskan program pemerintah yang telah di canangkan pemerintah, semoga dengan adanya vaksinasi ini virus covid 19 segera berakhir”Pungkasnya” (Buyung)












