Pemkot Ajukan Penundaan Bayar Utang, Dediyanto: Lebih Baik Menyalakan Lilin Ditengah Kegelapan

- Penulis

Kamis, 17 Juni 2021 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto

Bengkulu, Beritarafllesia.com – Kamis (17/6) Pemerintah Kota (Pemkot) ajukan permohonan penundaan pembayaran hutang terhitung Juli hingga Desember mendatang kepada Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp150 miliar. Permintaan ini didasari dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto mendukung Pemkot Bengkulu mengajukan penundaan pembayaran utang tersebut karena mengingat saat ini pertumbuhan perekonomian terhambat karena Covid-19 dan anggaran bisa diguakan untuk meningkatkan perekonomian yang saat ini terhambat tersebut.

“Kita berdoa pandemi segera berakhir, sehingga pemulihan ekonomi, tidak hanya di Kota Bengkulu tapi nasional maupun internasional segera pulih,” kata Dediyanto.

Mengenai penundaan pembayaran utang tersebut, menurut Dediyanto tidak ada yang serem dan perlu diperdebatkan, jadi lebih baik menjaga kesehatan, mentaati protokol kesehatan untuk pemulihan ekonomi yang itu berkorelasi pada pemulihan ekonomi dan mendukung proses pengembalian dana.

“Disituasi sekarang kita berharap semua proses yang sudah berjalan berjalan baik, tidak membuat kegaduhan yang membuat aneka pihak mengerem untuk investasi di Kota Bengkulu,” ungakap Dediyanto.

Baca Juga  Reses Ronny Tobing Dan Vinna Ledy, Warga Sampaikan 4 Aspirasi

Dediyanto mengungkapkan, tentunya proses peminjaman Pemkot Bengkulu yang telah dipeuhi PJB sudah selesai prosesnya, tentunya pemberian pinjaman itu didasari atas keyakinan PJB kepada Pemkot Bengkulu, selain itu pastinya mereka sebelum mengucurkan pinjaman telah melaukan kalkulasi ekonomi yakni terhadap kekuatan ekonomi  yang ada di Kota Bengkulu.

“Nah disituasi pandemi ini, mereka juga (PJB) paham bahwa dalam situasi pandemi ini ekonomi tidak tumbuh dengan baik. Jadi mari kita keluarkan ide-ide terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kreatif, misalnya mengidentifiasi sumber-sumber baru PAD. Itu yang kita lakukan di Komisi III DPRD Kota Bengkulu, itu salah satu sinergi kita bersama Pemkot. Kita lebih baik menyalakan lilin ditengah kegelapan dari pada kita mengutuk kegelapan tersebut yang itu tidak merubah situasi,” jelas Dediyanto.

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru