Bengkulu,Beritarafflesia.Com-Pemkot Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan, kadar udara di Kota Bengkulu masih normal meskipun terjadi kabut asap sejak beberapa hari terakhir.
Kabut asap yang terjadi di Kota Bengkulu merupakan kiriman dari daerah lain seperti dari kabupaten tetangga atau dari Provinsi Sumatera Selatan.
Meskipun demikian, Kadis LH Riduan berharap kabut asap di Kota Bengkulu berkurang hingga hilang karena sebentar lagi memasuki musim penghujan, tepatnya pada awal November 2023.
Kemudian, dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar rumah agar terhindar dari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
“Kita telah membuat tim untuk karhutla dan bisa dikatakan terkendali karen lahan kosong untuk pertanian sangat terbatas dan kita juga telah melakukan penyuluhan di tingkat kelurahan dan melarang masyarakat untuk membakar sampah,” ujar Riduan, Selasa (31/10).
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu menerangkan, kabut yang bercampur dengan asap yang terjadi di wilayah Kota Bengkulu telah masuk kategori berbahaya bagi transportasi penerbangan.
Kondisi kabut asap di Kota Bengkulu hingga beberapa hari ke depan akan terjadi sebab masih terdeteksi sejumlah wilayah terdapat titik panas.(BR1)












