Pengetatan PPKM Mikro, Para Siswa SD-SMP Kembali KBM Secara Daring

- Penulis

Selasa, 13 Juli 2021 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu melakukan sidak ke sejumlah sekolah SD dan SMP Negeri yang ada di Kota Bengkulu

Kota Bengkulu,Beritarafflesia.com – Sejalan dengan Surat Edaran (SE) Walikota Bengkulu Nomor: 360/22/BPBD/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penghentian kegiatan yang bersifat keramaian atau kerumunan dan memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru 2021/2022 dilakukan secara virtual (daring).

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu melakukan sidak ke sejumlah sekolah SD dan SMP Negeri yang ada di Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil sidak, semua sekolah tampak kosong dikarenakan para siswa melakukan KBM daring dari rumah, Senin (12/7/2021),

“Karena Kota Bengkulu menjadi salah satu kota yang memberlakukan pengetatan PPKM Mikro. Jadi, menindaklanjuti instruksi pak Presiden dan Walikota, untuk sekolah PAUD, SD dan SMP yang ada di naungan kita (Disdik) kegiatan KBM dilakukan secara daring atau online,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Nopri Walihan Aksa saat melakukan sidak ke SD Negeri 8 Kota Bengkulu.

Baca Juga  Melalui Dinas PUPR, Pemkot Bangun Tiga Jembatan Rawan Banjir, Anggarkan Rp5,2 Miliar APBD 2026

Tambahnya, kegiatan KBM secara daring akan diberlakukan hingga adanya kebijakan baru dari pemerintah yang memungkinkan KBM secara tatap muka dapat dilakukan. Serta tren angka kasus Covid-19 menunjukkan persentase penurunan, khususnya di Kota Bengkulu.

“Boleh di lihat beberapa sekolah yang kita kunjungi memang sudah melaksanakan dan mematuhi kebijakan pemerintah dengan melakukan kegiatan KBM secara daring,” tegasnya.

Selain masalah KBM daring, pihak Disdik juga meminta seluruh pihak sekolah agar mengarahkan kepada para tenaga pendidik yang masuk dan bekerja di sekolah hanya sebanyak 25 persen, dan 75 persenya diminta untuk melakukan Work From Home (WFH).

“Kita minta pihak sekolah untuk mengatur jadwal, sebagian guru dan staf diminta kerja dari rumah. Nah, sebanyak 25 persen boleh datang ke sekolah dan tetap kerja agar pelayanan di sekolah masih tetap berjalan,” tutupnya. (BR)

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru