Penolakan Belita Penderita Demam Kejang, Wawali Dedy dan Jajarannya Minta Maaf

- Penulis

Kamis, 3 Februari 2022 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Minta Maaf Atas Insiden Penolakan Balita Penderita Kejang Demam

Pemkot Minta Maaf Atas Insiden Penolakan Balita Penderita Kejang Demam

 

Bengkulu, BeritaRafflesia.com – Pelayanan Puskesmas Muara Bangkahulu di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu menjadi sorotan dan perhatian warga baru-baru ini. Bagaimana tidak, para pegawai puskesmas di sini di cap warga tak memberikan pelayanan terbaik.

Seperti yang viral di facebook (FB) melalui akun @Maiko Putra dan @Delfy Koko. Akun tersebut memberikan informasi apa yang terjadi (insiden) dengan pelayanan puskesmas Muara Bangkahulu saat itu dan menyarankan warga sekitar apabila ada pasien sekarat untuk tidak dibawa ke puskesmas tersebut. la bercerita, ada anak balita umur 1 tahun terkena step (kejang demam) pergi ke puskesmas Muara Bangkahulu. Tak enaknya mereka mendapatkan penolakan dan tak ada bantuan upaya dari pihak puskesmas.

Setelah itu, pihak keluarga meminta tolong untuk dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, tetapi pihak puskesmas menyarankan mencari angkot untuk membawanya. Hal ini lantaran sudah di luar jam dinas (kerja). Distatus FB tersebut, @Maiko Putra meminta Walikota Bengkulu Helmi Hasan melakukan tindakan dan mempertimbangkan hal tersebut semata- mata untuk keselamatan masyarakat sekitar dan tak ingin kejadian serupa terulang lagi.

Mendengar hal tersebut, Walikota Bengkulu Helmi Hasan langsung bertindak, ia mengutus Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Sekretaris Daerah (Sekda) Arif Gunadi, Asisten II Saipul Apandi, Plt Asisten I Tony Elfian, Plt Asisten III Eka Rika Rino, Kadis Kominfo Eko Agusrianto, Kepala BKPP Achrawi, Kasatpol PP Yurizal, Plt Dinkes Sri Martiana, Camat Muara Bangkahulu Asnawi Amri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Setiba di puskesmas Muara Bangkahulu, Kamis (3/2/2022), Wawali Dedy dan jajarannya mendengarkan berbagai penjelasan dari pihak yang bersangkutan saat insiden penolakan balita terjadi. Dedy pun sangat menyesali insiden yang terjadi, dan langsung meminta maaf atas kelalaian petugas puskesmas Muara Bangkahulu terkait pelayanan yang kurang baik untuk masyarakat.

“Ini soal kemanusiaan, ini sudah pernah kejadian sebelumnya. Hal ini sama saja seperti menampar wajah kota. Padahal kita saat ini sudah kerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik. Di sini kita minta jangan tidak sensitif, apalagi kondisinya mendesak dan balita itu butuh bantuan,” ucap Dedy.

Atas kejadian ini, Dedy kembali menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu meminta maaf atas kejadian yang terjadi.

“Akan ada keputusan nantinya. Saya tegaskan Pemkot memohon maaf. Ini bukan karena disengaja, ini soal aturan tetapi itu sedikit kaku. Seharusnya jangan seperti itu dan tak harus kaku dengan aturan. Karena kita tak boleh membiarkan orang sekarat yang memohon bantuan, itu kesalahan kita. Ini sudah viral dan kita akan mengambil tindakan tegas serta hadirnya kita di sini ialah itikad baik untuk meminta maaf dan menyelesaikan hal ini,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkot Jamin Siswa Saat Pengambilan Ijazah di SMKN 3 Kota Bengkulu

Ia kembali menegaskan, kejadian tersebut tidak akan ditolerir dan akan ada tindakan tegas.

“Secara aturan memang puskesmas itu tidak lagi melayani perawatandi atas jam kerja. Nah, kejadian ini di atas jam kerja, kelalaian petugas kami terlalu kaku menerjemahkan aturan itu. Tetapi itu pun tidak boleh ditolerir, kami tetap mengevaluasi dan kami sudah mengatakan yang tegas akan ada sanksi bagi mereka-mereka yang kurang sensitif terkait soal kemanusiaan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Eko Agusrianto bersama Asisten II Saipul Apandi dan Plt Asisten I Eka Rika Rino, dan Kepala BKPP Achrawi melakukan konferensi pers dan menyampaikan permohonan maaf Pemkot Bengkulu.

“Kami atas nama pemkot menyampaikan permohonan maaf. Meskipun kita tahu bahwa anak tersebut adalah warga dari Benteng, tapi lagi-lagi seperti yang sering disampaikan oleh pak walikota dan wakil walikota bahwa alasan kemanusiaan ini menjadi suatu tolok ukur. Jadi, ketika bicara kemanusiaan itu tidak bicara ras, suku, daerah, semua warga berhak dapat pelayanan kesehatan,” ujar Eko.

Ja berharap kejadian serupa tak kembali terulang di puskesmas lainnya.

Sebagai konsekuensinya, Pemkot akan mengambil tindakan tegas akan hal ini.

“Sebagai konsekuensi, pemkot mengambil suatu kebijakan, satu keputusan, suka tidak suka, kami ada semacam suatu shock therapy agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang. Maka degan segala hormat Plt kadis kesehatan akan diganti, kepala puskesmas diganti, termasuk petugas yang kemarin menangani, menerima, itu untuk sementara di tarik ke Dinas kesehatan,” tambahnya.

Kedepan, pemkot akan lebih memberikan pemahaman lagi kepada seluruh kepala puskesmas terkait standar pelayanan kesehatan.

“Nanti akan kita bicarakan pertemuan kepada seluruh puskesmas. Kita menjelaskan bahwa puskesmas khususnya ditenaga kesehatan mulai dari kepala dinas, kbid, kasi, kepala puskesmas, termasuk perangkat dibawah, bahwa yang namanya tenaga medis profesi itu adalah tenggung jawab profesi” jelasnya.

Terakhir, ia ingin hal ini jadi pembelajaran apalagi untuk tenaga medis dan tidak menutup kemungkinan ini juga pembelajaran bagi ASN, bagi pejabat yang lai, karena profesi ASN adalah pelayan, masyarakat sebagai raja.

 

(MP)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenag Kota Bengkulu Berkomitmen Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Pemerintah Kota Bengkulu Perbaiki Jalan Rusak di Pasar Panorama
MTQ ke-35 Kaur, Pemkot Bengkulu Optimis Targetkan Raih  Juara 
Pemkot Bengkulu Tegaskan Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan
Pemkot Bengkulu Untuk Bahagiakan Masyarakat Launching UHC dan MoU BPJS
Pengajuan Cerai ASN Di Pemkot Bengkulu Meningkat
Pemkot Bengkulu Imbau Pihak Sekolah Tak Pungut Biaya Perpisahan
Hindari Kegaduhan, Pemkot Bengkulu Akan Bongkar Lapak Pedagang Secara Persuasif
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 12:08 WIB

Kemenag Kota Bengkulu Berkomitmen Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Rabu, 25 Mei 2022 - 16:15 WIB

Pemerintah Kota Bengkulu Perbaiki Jalan Rusak di Pasar Panorama

Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:51 WIB

MTQ ke-35 Kaur, Pemkot Bengkulu Optimis Targetkan Raih  Juara 

Jumat, 20 Mei 2022 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tegaskan Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

Jumat, 20 Mei 2022 - 11:26 WIB

Pemkot Bengkulu Untuk Bahagiakan Masyarakat Launching UHC dan MoU BPJS

Berita Terbaru