Foto/ Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni saat memimpin rapat pembahasan dukungan offtaker untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
BENGKULU,Beritarafflesia.com,– Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin rapat pembahasan dukungan offtaker untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional Bengkulu di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (4/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Pemerintah Kabupaten Seluma. Pertemuan difokuskan pada percepatan penyelesaian dokumen pendukung agar tahapan administrasi pembangunan TPST Regional dapat segera diselesaikan.
Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa kelengkapan dokumen menjadi syarat penting agar proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan. Ia meminta seluruh instansi yang terlibat memperkuat koordinasi sehingga seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi sesuai jadwal.
Selain itu, Herwan juga mengharapkan dukungan dari pihak offtaker dan perusahaan swasta yang beroperasi di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting untuk mendukung keberlanjutan operasional TPST Regional setelah pembangunan selesai.
Ia menjelaskan, TPST Regional Bengkulu dirancang untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi. Hasil pengolahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), industri semen, maupun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.
“Seluruh pihak terkait, khususnya offtaker dan perusahaan swasta di Provinsi Bengkulu, kami harapkan dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan TPST Regional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menghasilkan bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri,” ujar Herwan Antoni.
Menurut Herwan, pembangunan TPST Regional merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan TPST Regional dapat segera direalisasikan. Melalui kolaborasi tersebut, fasilitas ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi sektor industri di Provinsi Bengkulu.(Phr)












