Suharto : Pemerintah Jangan Tunda Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau

- Penulis

Senin, 19 September 2022 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto

Bengkulu,Beritarafflesia.com – Pemerintah Pusat diminta untuk tidak melakukan penundaan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau hingga 2024 mendatang. Penundaan pembangunan jalan tol tersebut hanya akan membuat Bengkulu lebih lama maju. 

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto mengatakan, kemajuan suatu daerah ditentukan dari majunya infrastruktur jalan tol. Jika tidak ada dukungan dari infrastruktur jalan tol maka kemajuannya akan lebih lambat. 

“Kita minta ini jadi perhatian pemerintah pusat, karena bagaimanapun dukungan infrastruktur jalan tol terhadap kemajuan Bengkulu itu cukup besar,” ujar Suharto,  Sabtu (17/9).

Ia menuturkan, penundaan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau tentu saja membuat Bengkulu lebih lama maju. Sebab bagaimanapun jalan tol mampu memberikan dampak yang positif bagi daerah. Oleh sebab itu, pihaknya berharap jangan ada penundaan pembangunan sampai 2024 mendatang.

“Kehadiran jalan tol ini bisa memberikan dampak positif bagi daerah, namun jika pembangunannya ditunda tentu saja dampaknya negatif bagi daerah. Makanya kita minta ini jangan ditunda pembangunannya,” ujar Suharto.

Ia mengatakan, dampak negatif dari penundaan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau diantaranya pertama berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat akan menganggap pemerintah tidak serius menyelesaikan pembangunan jalan tol di Bengkulu.

Baca Juga  Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial,Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Ajak Masyarakat Berkurban di Idul Adha 

“Tentu saja masyarakat akan semakin tidak percaya kepada pemerintah kalau pembangunan jalan tol ini ditunda-tunda,” kata Suharto.

Kemudian kata Suharto, dampak negatif kedua dari penundaan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau yakni jarak tempuh Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan tetap lama. Padahal dengan adanya jalan tol jarak tempuhnya bisa lebih cepat. Namun, karena pembangunannya ditunda, maka jarak tempuhnya akan tetap lama mencapai 4 hingga 5 jam.

“Saya pikir ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat juga, karena tanpa dukungan jalan tol, orang dari luar daerah malas melalui lintas darat karena jarak tempuh yang cukup lama, rata-rata mereka lebih memilih jalur udara. Makanya kami minta pembangunan jalan tol harus dikebut agar masyarakat yang ingin berkunjung ke Bengkulu semakin mudah lewat darat,” tutupnya. (BR1)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Provinsi Bengkulu Berkunjung ke Jakarta, Sampaikan Aspirasi Massa ke Presiden
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sri Astuti Gelar Reses
Usin Serap Aspirasi Lewat Reses Masa Sidang ke 1 Tahun 2025
Kanwil Kemenag Bengkulu Pantau Titik Hilal
Reses DPRD Bengkulu Suharto, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat
Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Lakukan Sidak Ke SMA
Teuku Zulkarnain Reses Serap Aspirasi Bidang Pendidikan
Suharto Sampaikan Hasil Rakor Partai Lalui Reses
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 15:08 WIB

DPRD Provinsi Bengkulu Berkunjung ke Jakarta, Sampaikan Aspirasi Massa ke Presiden

Kamis, 27 Februari 2025 - 23:32 WIB

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sri Astuti Gelar Reses

Kamis, 27 Februari 2025 - 22:51 WIB

Usin Serap Aspirasi Lewat Reses Masa Sidang ke 1 Tahun 2025

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:54 WIB

Kanwil Kemenag Bengkulu Pantau Titik Hilal

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:10 WIB

Reses DPRD Bengkulu Suharto, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru