Terlena Dapat Cashback Shopee, Seorang Mahasiswi PTN Bengkulu Ditipu Rp 13 Juta

- Penulis

Jumat, 10 September 2021 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket.Poto : Korban Penipuan Romina Br Saat Melapor Di Gedung Satreskrim Polda Bengkulu

Kota Bengkulu,Beritarafflesia.com – Seorang mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Bengkulu merugi hingga Rp 13 juta usai ditipu oleh oknum yang mencatut nama market place Shopee.

Diceritakan Romina BR Siagian, bahwa sebelum uang miliknya yang berada dalam rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) hilang, dirinya sempat dihubungi melalui telepon genggam beberapa kali oleh pelaku yang mengaku bekerja di Shopee.

Ia menuturkan, dalam percakapan tersebut, Romina Br Siagian mendapatkan cashback dari pihak shoppe atas poin-poin yang ia miliki dalam aplikasi tersebut.

Lalu setelah mendapat kabar itu, pelaku langsung meminta nomor rekening pelaku. Serta meminta Romina untuk mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pelaku tersebut.

“Awalnya minta nomor rekening, terus saya kasih. Pas saya cek ke m-banking ternyata password m-banking saya tiba-tiba berubah dan saya tidak bisa masuk ke m-banking yang saya punya,” kata Romina saat melapor ke gedung Satreskrim Polda Bengkulu.

Baca Juga  Cuaca Extrem, Pemkot Lakukan Pemantauan Pohon Yang Berpotensi Tumbang di Wilayah Bengkulu

Lebih lanjut, usai percakapan tersebut. Romina menerima notifikasi yang masuk melalui email miliknya terkait transaksi saldo di rekeningnya.

Merasa janggal akan hal itu, Romina kemudian mendatangi Unit BRI guna mengkonfirmasi hal itu.

“Setelah di cek ke bank ada beberapa transaksi penarikan uang dengan total keselurah mencapai Rp 13 juta,” tutup Romina.

Di sisi lain secara terpisah, Kasubbid Penmas Polda Bengkulu, AKBP Agung Darmanto telah memberi himbauan terhadap masyarakat agar tidak mudah percaya dan tergiur akan informasi yang belum jelas asal-usulnya.

Mengingat maraknya penipuan yang terjadi bermula pada percakapan via telepon. Karena kurangnya pemahaman bagi korban sehingga pelaku dengan mudah melabui korban dan mengalami kerugian jutaan rupiah.

“Untuk masyarakat jangan mudah percaya atas tawaran yang diberikan melalui medsos maupun alat komunikasi lainnya. Cek dulu kebenarannya dan jangan sampai di akhir nanti malah menimbulkan kerugian pada kita,” tutup AKBP Agung Darmanto.”(RN)”

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu
Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD
Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan
Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 
Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Proyek Revitalisasi SDN 84 Rejang Lebong Disorot, Dugaan Korupsi Terjadi Pada Pekerjaan Tak Sesuai RAB
Apriansyah Soroti Profesionalitas Penyidik PPA Polda Bengkulu dalam Penanganan Kasus Terkesan Brutal 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Tepis Fitnah, Helmi Hasan Beberkan Capaian Pembangunan Kota Bengkulu

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Pemerintah Harus Hadir, Ratusan Dhuafa dan Ojol Terima Bansos LEKAD

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Dugaan Bansos Beras Dialihkan, Wawali Rony Minta Camat Turun Tangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:53 WIB

Sidang Lanjutan, Penasehat Hukum Apriansyah Mintak Hakim Uji Keabsahan Alat Bukti dan Saksi 

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Berita Terbaru