Beritarafflesia.com – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Rosjonsyah berkesempatan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Ekstrem di Mercure, Selasa (07/06/22).
Turut hadir dalam dalam acara ini, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden RI, Ketua Baznas, Kepala Bappeda, Wakil Walikota, Wakil Bupati se-Provinsi Bengkulu selaku Ketua TKPK di masing-masing kabupaten/kota, serta beberapa Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Wagub Rosjonsyah mengajak seluruh Ketua TKPK di masing-masing kabupaten/kota bersama – sama menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, menanggulangi kemiskinan bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu, dirinya mengingatkan bahwa upaya menurunkan angka kemiskinan merupakan tugas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Insyaallah TKPK di masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu berkomitmen tinggi mewujudkan pengentasan kemiskinan ekstrem,” ungkap Rosjonsyah.
Lanjut Rosjonsyah, baha penanggulangan kemiskinan itu bukan tugas satu OPD saja, tapi tugas seluruh elemen di dalam pemerintahan.
Dia berharap TKPK kabupaten/kota segera menyusun Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD), Rencana Aksi Tahunan (RAT) Penanggulangan Kemiskinan, Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) berdasarkan Permendagri Nomor 53 Tahun 2020.

Untuk itu, Wagub Rosjonsyah menyebut, melalui rakor yang dihadiri Sekretaris TNP2K RI ini diharapkan dapat meringankan tugas rekan-rekan Wakil Bupati dan Wakil Walikota serta kepala Bappeda dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya masing-masing.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Edi Safarijal bisa memberikan arahan atau mandat bagi rekan-rekan semua untuk bisa bergerak di area mana supaya tugas sebagai ketua TKPK bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” demikian Rosjonsyah.












