Walikota Lubuklinggau Terima Penghargaan Dari Pemerintah Pusat Dinilai Sukses Capai UHC

- Penulis

Selasa, 14 Maret 2023 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuklinggau, Beritarafflesia.com-Kota Lubuklinggau kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini berupa penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Program ini merupakan bagian dari program strategis nasional dengan mendorong terwujudnya Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin kepada Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, di Balai Sudirman Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Dalam sambutannya, Wapres mengapresiasi komitmen Pemda khususnya dalam melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Dalam Inpres Nomor 1 tahun 2022, salah satu instruksi Presiden kepada Gubernur dan Bupati/Walikota adalah mendorong target RPJMN. Target tersebut yaitu 98 persen penduduk Indonesia terlindungi kesehatannya melalui Program JKN-KIS pada 2024, dengan mengalokasikan anggaran dan pembayaran iuran serta bantuan iuran penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah. 

Menurutnya, sampai 1 Maret 2023 jumlah penduduk Indonesia yang sudah dijamin akses layanan kesehatan melalui Program JKN-KIS sebanyak 252,1 juta jiwa atau lebih dari 90% dari seluruh penduduk Indonesia. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan BPJS Kesehatan bekerja keras melakukan berbagai advokasi kepada Pemerintah Daerah agar seluruh penduduk di masing-masing wilayah dapat diintegrasikan dengan Program JKN-KIS. 

Namun Ghufron menekankan tercapainya predikat UHC juga harus memastikan bahwa setiap penduduk memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang adil, merata dan bermutu, baik itu pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. 

“Untuk itu, BPJS Kesehatan juga berupaya memperluas akses layanan kesehatan tersebut dengan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan (rumah sakit). 

BPJS Kesehatan mendorong Kementerian dan Pemda terkait dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana di daerah agar mutu layanan kesehatan dapat dirasakan sama, dimanapun peserta itu berada,” ujarnya. 

Baca Juga  Wako Pimpin Rakor Upaya Menjaga Stabilitas Daerah

Ghufron juga menekankan, penyelenggaraan Program JKN-KIS saat ini sudah on the track dan telah terbangun sebuah ekosistem JKN-KIS yang kuat dan andal yang juga didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi serta digitalisasi layanan yang terus dikembangkan. 

BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik juga telah menjalankan tugas selama hampir 10 tahun dengan baik, sesuai dengan amanat UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.   

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian kinerja organisasi yang kian positif mulai dari predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) sebanyak 8 kali berturut sejak program bergulir tahun 2014 atau 30 kali sejak era PT Askes (Persero), kepuasan peserta yang semakin meningkat, serta yang tidak kalah penting adalah kondisi Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang sehat. 

“Dengan kondisi finansial yang sehat, tidak ada gagal bayar klaim kepada fasilitas kesehatan bahkan BPJS Kesehatan memberikan uang muka layanan untuk memastikan terjaganya cash flow rumah sakit. Harapannya fasilitas lebih nyaman dalam memberikan layanan kepada peserta tanpa ribet dan tanpa diskriminasi,”kata Ghufron. 

BPJS Kesehatan juga mendukung upaya pemerintah dalam hal menyesuaikan tarif layanan fasilitas kesehatan, melalui Permenkes Nomor 03 Tahun 2023 yang mengakomodir kesesuaian biaya pelayanan kesehatan dan perbaikan anomali struktur tarif lama. 

Dari 92,3 juta pemanfaatan pada tahun 2014, menjadi 502,8 juta pemanfaatan pada 2022. Kehadiran Program JKN-KIS tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam hal membuka akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia, namun juga melindungi masyarakat dari kemiskinan. (BR)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPC Partai Hanura Feri Anggriawan, Siap Menangkan Yoppy – Rustam di Pilkada Kota Lubuklinggau 2024
Himbau Warga Saat Ini, Kawanan Begal Kembali Beraksi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau
Rapat Paripurna DPRD Lubuk Linggau, Sahkan 29 Raperda
Rases ke-1 Tahun 2023 Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, Jadi Ajang Curhat Warga
Wakil Walikota Lubuk Linggau, H Sulaiman Kohar Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah Tahun Anggaran 2022
H SN Prana Sohe Walikota Lubuklinggau, Tandatangani Berita Acara Serah Terima TJSL Bersama PT KAI PERSERO DIVRE III Palembang
Dandim 0406/Lubuklinggau Wakili Kasdim Hadiri Rapat Paripurna DPRD
Wali Kota Lubuklinggau Serahkan SK Pengangkatan CPNS Menjadi PNS Formasi 2021 dan Formasi STTD Tahun 2022
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Agustus 2024 - 13:37 WIB

Ketua DPC Partai Hanura Feri Anggriawan, Siap Menangkan Yoppy – Rustam di Pilkada Kota Lubuklinggau 2024

Rabu, 12 April 2023 - 09:23 WIB

Himbau Warga Saat Ini, Kawanan Begal Kembali Beraksi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau

Selasa, 14 Maret 2023 - 10:59 WIB

Rapat Paripurna DPRD Lubuk Linggau, Sahkan 29 Raperda

Selasa, 14 Maret 2023 - 09:53 WIB

Walikota Lubuklinggau Terima Penghargaan Dari Pemerintah Pusat Dinilai Sukses Capai UHC

Senin, 13 Maret 2023 - 11:19 WIB

Rases ke-1 Tahun 2023 Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, Jadi Ajang Curhat Warga

Berita Terbaru