Bengkulu Tengah,Beritarafflesia.com – Bengkulu Tengah (Benteng) kembali alami banjir setelah banjir besar yang melanda di tahun 2019 lalu. Sejumlah fasilitas umum seperti lingkungan pendidikan dan tempat ibadah terendam. Bahkan bukan hanya itu, tercatat juga jembatan putus, Senin (29/08/22).
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Benteng, Suprianto meninjau beberapa titik lokasi untuk memastikan kondisi lingkungan pendidikan, Ia (red) menyebutkan sejumlah sekolah terendam.
“Ada sejumlah sekolah terendam, Alat-alat penunjang fasilitas pendidikan seperti laptop dan lainnya ikut terendam. SMPN 14 Abu Sakim, SMPN 16 dan SDN 84 yang baru bisa kami kunjungi kemarin, sementara beberapa titik lain kami beberapa wilayah Desa Genting belum bisa di jangkau karena air sangat tinggi,” ujar Suprianto.
Sementara Itu, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Benteng Roni Marzuki, mengatakan bahwa daerah Benteng mencatat sedikitnya 7 kecamatan selingkungan Bengkulu Tengah terdampak banjir.
“Dari assessment tim kita ada 7 Kecamatan terdiri dari 32 Desa yang alami banjir dan longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah. Saat ini kita sudah menerjunkan tim evakuasi, dan menempatkan tim di posko serta koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Ketua LPBINU Bentengi.
Sebagai informasi, data yang terhimpun ada 22 Desa alami terendam akibat bencana banjir, 1 Sekolah alami retak dan 9 Desa alami tanah longsor.













