Bendera Kantor Desa Tak diturunkan Prajurit 0423 Bengkulu Utara Naik Pitam

- Penulis

Sabtu, 24 April 2021 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babinsa dan Bhabinkamtibmas menurunkan bendera di Desa Lubuk Pendam pukul 22.10 WIB.

Bengkulu, (Beritarafflesia.com) – Sabtu (24/4) Kemarahan Praka Siswanto membuncah usai mengetahui bendera Kantor Desa Lubuk Pendam, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, tak kunjung diturunkan hingga tengah malam.

Kemarahan ini merupakan puncak setelah peringatan pertama dan kedua  yang disampaikan, dinilai tak diindahkan otoritas Pemerintah Desa setempat. Simbol Negara ini tetap berada diruang bendera bahkan setelah masyarakat melaksanakan solat tarawih.

Dibantu personil Bhabinkamtibmas dari  Kepolisian Sektor Air Besi, Aipda Oman, bendera diturunkan oleh dua alat Negara ini sekira pukul 22.10 WIB. Bendera diturunkan oleh keduanya dari tiang depan Kantor Desa yang tak dilengkapi dengan penerangan.

“Ini sudah diperingatkan  berulang kali. Masih juga, kemaren bendera usang masih juga dipasang. Ini dipasang tapi tidak pernah diturunkan. Mana penghargaan terhadap lambang Negara,” berang Babinsa Koramil 423-05 Kerkap, Praka Siswanto.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Menurun, RSHD Sekarang Hanya Merawat 1 Pasien

Siswanto mengatakan, Merah Putih memiliki kedudukan khusus sebagai identitas kebangsaan yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 35 yang berbunyi, Bendera Negara Indonesia ialah sang Merah Putih. Tidak diturunkannya lambang Negara sesuai aturan merupakan pembelajaran buruk bagi masyarakat tentang kecintaan terhadap NKRI.

Sementara itu, saat disambangi kediamannya, Kepala Desa Lubuk Pendam  Hermantoni mengatakan, kejadian ini merupakan kelalaian dari perangkat Desanya. Meski telah menetapkan petugas yang bertanggungjawab atas pemasangan dan penurunan bendera, namun diakuinya tugas yang diemban kepada perangkatnya tidak berjalan dengan baik.

“Sudah ada kak petugasnya, kami gaji, namun tidak berjalan dengan baik, itu adalah kelalaian kami. Kami memohon maaf atas kejadian ini. Terkait tak adanya penerangan di kantor Desa, hal ini lantaran listrik di kantor desa kami sempat tersambar listrik dua Minggu lalu. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari petugas PLN,” ujar Hermantoni.(BR)

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu
188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas
Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung
HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat
Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Hadiri Takziah Warga Kebun Tebeng
Pemkot Bengkulu Tegaskan Aksi Buang Sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD Langgar Hukum
Tata Pasar Panorama, Pemkot Bengkulu Gratiskan Retribusi PKL Selama Tiga Bulan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:09 WIB

Karnaval Batik Internasional 2026 Meriah, 10 Ribu Pengunjung Padati Kota Bengkulu

Rabu, 8 April 2026 - 19:50 WIB

188 PNS Pemprov Bengkulu Diambil Sumpah, Ditekankan Disiplin dan Profesionalitas

Senin, 6 April 2026 - 08:37 WIB

Dipimpin Wakil Walikota, Pencarian Korban Tenggelam di Jenggalu Terus Berlangsung

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:32 WIB

HP Wartawati Dirampas Saat Rekam Dugaan Pungli di Pantai Zakat

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:52 WIB

Syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra Bengkulu, Perkuat Konsolidasi Kader

Berita Terbaru