Bengkulu Utara,Beritarafflesia. com – Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.I.P memberikan apresiasi kepada Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian atas gerak cepat tanggap darurat bencana alam yang terjadi di kabupaten BU, Bupati BU melakukan dialog langsung ke BNPB guna mengusulkan perbaikan pasca bencana, pada Rabu (07/09/22).
Pasca kejadian bencana Banjir melanda Wilayah di beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara beberapa waktu lalu. Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian langsung sambangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, diterima secara langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M.

Dalam kesempatan tersebut Bupati BU Ir. H. Mian menyampaikan data rinci kerugian akibat bencana alam di wilayah Kab Bengkulu Utara serta mengusulkan Rehab Rekon pasca bencana di tahun 2023 dengan Asumsi mencapai 23 Miliar.
“Kita menyampaikan dampak banjir yang mengakibatkan puluhan rumah warga tenggelam, jembatan penghubung antar desa putus, dan kerusakan infrastruktur lainnya,” ucapnya.
Tidak hanya itu Bupati juga menyampaikan Tujuan penyampaian data rinci dampak bencana ke BNPB untuk mendapatkan bantuan dana pasca bencana banjir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten BU mengucapkan terima kasih atas sambutan baik dari BNPB, tentunya tujuan dari audiensi ini adalah untuk mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat dalam rehab dan rekondisi infrastruktur yang rusak di Kabupaten BU, hal ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat di Kabupaten BU dan besar harapan kami usulan ini dapat direalisasikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. menegaskan, akan terus membantu, mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana Provinsi Bengkulu di wilayah Kab Bengkulu Utara.
Bupati Bengkulu Utara Ir. H .Mian diapresiasi oleh Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan sebagai Kabupaten di hari pertama terkena bencana banjir langsung teken dan tetapkan status tanggap darurat. Serta membuat kebijakan gunakan dana BTT bantu masyarakat yang terdampak.












