DPRD Provinsi Bengkulu Tampung Aspirasi Warga Terkait Persoalan Aktivitas Pertambangan Batubara

- Penulis

Selasa, 15 Juni 2021 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri saat menggelar pertemuan dengan kades yang berada dalam wilayah aktivitas tambang batubara, mendengar keluhan warga

BENGKULU, (Beritarafflesia.com) – Selasa (15/6) Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri S.Sos MM banyak mendengar keluhan terkait persoalan aktivitas pertambangan batubara di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Keluhan tersebut disampaikan pada pertemuan bersama 8 orang Kepala Desa (Kades) yang berada dalam wilayah aktifitas Tambang Batu Bara PT Kusuma Raya Utama (KRU) Kabupaten Bengkulu Tengah di Desa Gajah Mati.

Seperti, kondisi debu jalan dari pengangkutan batu bara yang berpengaruh bagi kesehata masyarakat.

Bantuan tersebut sebagai bentuk kontribusi kesehatan kepada warga yang dilintasi aktiftas pertambangan PT KRU.

“Di bidang kesehatan, kami tidak dapat apa-apa dari tambang. Padahal setiap hari ada debu batu bara akibat pengangkut yang kami hisap. Kami ingin dibantu Ambulans, karena sampai sekarang, jika ada orang sakit yang butuh dirujuk, kami harus bawa pakai kendaraan apa adanya saja,” terang Kades Taba Lagan, Oto Komri.

Baca Juga  Reses Kusmito Gunawan: Honor Ketua RT Akan Naik

Selain itu ia menerangkan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang wajib diberikan kepada masyarakat, juga tidak pernah didapatkan lagi sejak tahun 2019 lalu.

Padahal sebelumnya, CSR itu dalam setahun desa mendapatkan bantuan sebesar Rp 35 juta. “Selain itu, sampai sekarang CSR kami tidak tau kemana. Padahal itu sangat membantu desa,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah Kades membeberkan adanya dugaan punggutan liar (pungli) ketika ada warganya yang ingin masuk kerja di PT KRU.

Jumlahnya cukup besar, untuk satu orangnya ketika ingin bekerja di KRU, harus menyetorkan sejumlah uang dari angka Rp 3 juta sampai Rp 5 juta perorangnya, agar bisa bekerja di tambang KRU.

“Harusnya warga kami ini diprioritaskan masuk kerja, karena orang lokal yang dekat dengan aktifitas tambang,” lanjutnya.(BR). Adv

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar
Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat
Stok BBM Bengkulu Aman, Wagub Mian Minta Warga Tak Panic Buying
Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026
DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026
Kapolda Bengkulu Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Pajak demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Helmi Hadiri Pengukuhan dr. Melka Novera Sari sebagai Bunda PAUD Rejang Lebong
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Segera Rampung,Tampung 270 Siswa Gratis 
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:06 WIB

Perubahan Objek Sangkaan Terkuak di Prapradilan Apriansyah, Advokat Dukung Hakim Bongkar

Kamis, 17 September 2026 - 08:03 WIB

Edi Hariyanto Tolak Parkir Indomaret-Alfamart Jadi Solusi Lapangan Kerja: Jangan Bebani Rakyat

Kamis, 17 September 2026 - 07:54 WIB

Stok BBM Bengkulu Aman, Wagub Mian Minta Warga Tak Panic Buying

Selasa, 1 September 2026 - 15:28 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI Ke-81 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

DPRD Kepahiang Gelar Rapat Paripurna,Jadwalkan Kegiatan September 2026

Berita Terbaru