Ini Pernyataan Bapanas Mengenai Harga Beras Naik yang Terus Terjadi

- Penulis

Sabtu, 4 Februari 2023 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini Pernyataan Bapanas Mengenai Harga Beras Naik yang Terus Terjadi

Ini Pernyataan Bapanas Mengenai Harga Beras Naik yang Terus Terjadi

Jakarta,Beritarafflesia.com- Badan Pangan Nasional disingkat Bapanas beberapa kali mengeluarkan pernyataan mengenai harga beras naik yang terus menerus terjadi.

Berikut beberapaa daftar pernyataan Bapanas mengenai harga beras yang terus naik merangkum dari berbagai sumber:

Pertama, Bapanas mencatat stok Bulog per hari ini di bawah target 1,2 juta ton, yaitu hanya 650 ribu ton. Arief Prasetyo Adi, kepala Bapenas memgatakan bahwa sebenarnya target penyerapan beras yang ditugaskan pada Bulog sebesar 1,5 juta ton.

Namun pemerintah telah mengoreksi target menjadi 1,2 juta ton karena saat ini harga gabah di tingkat produsen dan harga beras di tingkat konsumen terus meningkat sejak Juli 2022.

Harga Gabah Kering Panen atau GKP naik sebesar 15,7 persen sedangkan harga beras medium naik 4,26 persen. Arif juga menjelaskan harga beras naik karena memang ada kesetimbangan baru akibat ada kenaikan BBM beberapa bulan lalu. Selain itu, terjadi kenaikan biaya produksi, seperti komponen pupuk.

Kedua, Bapanas juga meminta Bulog untuk mengeluarkan 330.000 ton stok beras impor untuk menstabilkan harga beras. Hal tersebut disampaikan Arief usai menghadiri Peluncuran Mobil Logistik Pangan bersama Foodbank of Indonesia (FOI) di Cilandak, Jakarta Selatan, dilansir tempo.co pada Selasa (10/1/2023).

Baca Juga  Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan dan Kamtibmas

Adapun, dari 330.000 ton beras yang ada, Bapanas telah memberikan kuota sebanyak 2.000 ton untuk DKI Jakarta. Dari total tersebut, beras impor sebanyak 1.000 ton beras telah didistribusikan ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Ketiga, Bapanas juga telah meminta pasokan beras impor untuk bulan Januari hingga Februari 2023 guna mengantisipasi harga beras yang masih tinggi. Selain itu, impor beras dilakukan untuk memastikan kecukupan stok beras dalam negeri hingga masa panen pada Maret mendatang.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, per Selasa (10/1/2023) harga beras tercatat naik. Harga beras medium I tercatat di kisaran Rp12.750 per kilogram, sedangkan harga beras kualitas super I tercatat Rp14.100 per kilogram.

Itulah tiga pernyataan Bapanas mengenai harga beras naik yang terasa kian melambung. (tempo).(ta)

 

Share

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel beritarafflesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Basket Bhayangkara Brimob Raih Juara 1 Kasau Cup 2026 Basketball Tournament
Bareskrim Polri Ungkap Hasil Investigasi Awal Blackout Sumatera, Dipastikan Tidak Ada Unsur Sabotase
Polda Metro Jaya Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan, 173 Tersangka Ditangkap
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi PMJ Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan
BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Presiden Prabowo Turun Langsung Panen Jagung di Tuban
Di Hadapan Presiden Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:40 WIB

Tim Basket Bhayangkara Brimob Raih Juara 1 Kasau Cup 2026 Basketball Tournament

Senin, 25 Mei 2026 - 12:43 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Hasil Investigasi Awal Blackout Sumatera, Dipastikan Tidak Ada Unsur Sabotase

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan, 173 Tersangka Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:17 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi PMJ Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:57 WIB

BNPT dan Densus 88 Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda di Era Digital

Berita Terbaru